AP II Resmi Kelola Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya

Kompas.com - 19/12/2018, 17:44 WIB
Ruang tunggu Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (27/10/2015). KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANRuang tunggu Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (27/10/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan resmi menyerahkan pengelolaan Bandara Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah ke Angkasa Pura II.

AP II akan mengelola bandara tersebut dengan masa konsesi selama 30 tahun. Pola kerjasama yang dilakukan untuk Bandara Palangkaraya adalah Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

"Tujuan kerja sama ini guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan profesionalitas pengelolaan Bandara Tjilik Riwut. Dengan kerja sama ini kami berharap dapat meningkatkan perekonomian daerah dan nasional," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Polana menjelaskan, total aset di Badara Palangkaraya senilai Rp 3,68 triliun. Aset tersebut meliputi lahan, bangunan dan peralatan lainnya.

Baca juga: Dua Dari 13 Bandara Angkasa Pura I Masih Merugi

"Total aset Rp 3,68 triliun, dalam bentuk tanah dengan luas 388 hektar, peralatan dan mesin berjumlah 3.104 unit, gedung dan bangunan 81 unit, jalan irigasi serta jaringan 74 unit, aset tetap 9 unit, aset tak terwujud 5 unit," kata Polana.

Polana menambahkan, pemerintah nantinya akan menerima Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kerja sama ini.

"Berdasarkan hasil kajian potensi penerimaan negara berupa kontribusi tetap minimal 0,25 persen dari nilai wajar barang milik negara (BMN) berupa komplek bandara dengan kenaikan 4,95 persen tiap tahunnya. Pembagian untung 3,7 persen per tahun apabila sudah mendapat keuntungan," ucap dia.

Sementara itu, Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyambut baik serah terima pengelolaan bandara Palangkaraya ke pihaknya. Menurut dia, hal ini baru pertama kali terjadi di perusahaanya.

"Kerja sama BMN ini saya rasa disamping jadi hal yang pertama kali, ini juga jadi hal baru di transportasi udara. Ke depannya enggak ada lagi PMN, skema KSP jadi opsi," kata Awal.

Awal yakin perseroannya bisa meningkatkan pelayanan dan kapasitas di bandara itu. Saat ini, AP II telah membangun terminal penumpang baru di bandara tersebut.

Bandara Palangkaraya sendiri memiliki landasan pacu seluas 2.500x45 meter persegi. Rencananya landasan pacu itu akan diperluas hingga 3.000 meter.

Pembangunan terminal baru dengan luas 29.144 meter juga tengah dilakukan. Saat ini terminal yang beroperasi baru seluas 3.865 meter



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X