Dorong Ekspor Sawit, Sri Mulyani Kunjungi Nasabah LPEI di Manokwari

Kompas.com - 20/12/2018, 00:23 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengunjungi nasabah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Manokwari, Papua Barat, Rabu (19/12/2018).Dok. LPEI Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengunjungi nasabah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Manokwari, Papua Barat, Rabu (19/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengunjungi nasabah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI) atau Indonesia Eximbank di Manokwari, Papua Barat. Nasabah LPEI tersebut adalah PT MedcoPapua Hijau Selaras (MPHS).

Kunjungan tersebut merupakan salah satu upaya mendorong ekspor kelapa sawit sebagai komoditas unggulan Indonesia.

MPHS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang telah banyak membantu pemasok bagi eksportir utama untuk melakukan ekspor kelapa sawit ke berbagai negara.

Baca juga: Dorong Ekspor Nasional, BKPM Gandeng LPEI

Menurut Sri Mulyani, LPEI dibentuk untuk mendorong, meningkatkan dan membantu seluruh komponen ekspor sehingga menghasilkan devisa bagi negara.

Dalam memberikan fasilitas ekspornya, kata dia, LPEI tidak mengutamakan pendapatan operasional semata, namun juga turut memperhatikan dan memastikan bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan, memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkesinambungan.

“LPEI harus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkesinambungan. Apakah itu dalam bentuk penciptaan lapangan pekerjaan, pemberdayaan wanita, maupun pembangunan infrastruktur publik oleh pelaku ekspor yang dapat dinikmati oleh masyarakat daerah sekitar. LPEI juga harus mendorong produk ekspor yang berkelas,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resmi, Rabu (19/12/2018).

Sementara itu, Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly mengatakan, selama ini pihaknya berkomitmen untuk mendukung kegiatan ekspor nasional melalui pembiayaannya. Salah satunya, mendukung MPHS meningkatkan kapasitas produksi dan mampu melakukan ekspor secara langsung, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian.

Baca juga: Pemerintah Dorong LPEI Bantu Eksportir Tembus Pasar Global

Di kesempatan yang sama, LPEI juga melakukan penandatanganan kerja sama pembiayaan syariah dengan MPHS. Bentuk kerja sama tersebut dilakukan dengan skema pembiayaan syariah dan jasa konsultasi kepada MPHS, sebagai jaminan fasilitas plasma kepada petani plasma yang mencapai total Rp 150 miliar.

Jaminan fasilitas ini tidak hanya diberikan untuk refinancing perkebunan kelapa sawit, namun juga pengembangan petani plasma. Pemberian jaminan fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil dan pengolahan perkebunan kelapa sawit.

Dengan adanya pembiayaan dari LPEI ini, kata dia, diharapkan MPHS dapat menghasilkan kualitas produksi yang lebih baik agar mampu memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjadi syarat dalam melakukan ekspor.

Jaminan fasilitas yang diberikan oleh LPEI dalam mendukung pembangunan kebun plasma, juga tetap memperhatikan dampak sosial ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah sekitar Manokwari. Di sisi lain, aspek lingkungan yang menjadi krusial dalam industri kelapa sawit juga tidak luput dari perhatian.

 




Close Ads X