Pasca-tsunami Selat Sunda, Hotel dan Penginapan yang Rusak Mulai Diperbaiki

Kompas.com - 24/12/2018, 12:42 WIB
Kondisi dampak tsunami di kawasan Pantai Carita, Pandegelang, Banten, Minggu (23/12/2018). Musibah yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam ini menelan 222 korban jiwa dan ratusan korban luka.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO (RON)
23-12-2018 KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOKondisi dampak tsunami di kawasan Pantai Carita, Pandegelang, Banten, Minggu (23/12/2018). Musibah yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam ini menelan 222 korban jiwa dan ratusan korban luka. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO (RON) 23-12-2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Provisi Banten Ashok Kumar menyebut bahwa untuk hotel dan penginapan di wilayah Anyer yang tidak terkena rusak besar mulai diperbaiki untuk menyambut tamu dalam perayaan Tahun Baru.

"Hotel-hotel yang ada kerusakan itu mereka langsung memperbaiki dan rehabilitasi dilakukan, karena tidak parah banget yang kena. Paling pagar kena, dan ada restoran-restoran di pinggir pantai," ujar Ashok kepada Kompas.com, Senin (24/12/2018).

Ia tak menampik, memang selepas tsunami menghantam wilayah Banten, banyak tamu-tamu hotel dan penginapan yang memilih membatalkan atau menggeser ke hari lain.

"Kemungkinan besar dengan adanya bencana ini ada yang melakukan pembatalan atau waktunya digeser. Hotelkan banyak villa tapi hanya 1-2 kena, bukan total (rusak) bersih. Kalau yang bambu-bambu memang deretan Carita dan Caringin (rusak) semua," jelas Ashok.

Baca juga: Pertamina Kirim 27.000 Elpiji ke Lokasi Terdampak Tsunami Selat Sunda

Namun, Ashok masih menaruh harapan bahwa untuk perayaan Tahun Baru, hotel-hotel dan penginapan masih akan cukup ramai nantinya.

"Tingkat hunian tidak kita khawatirkan, sebenarnya wisatawan 80-90 persen yang booking sudah bayar bahkan ada yang sudah lunas semuanya," paparnya.

Hingga kini sebut dia, ada sebagian wisatawan yang masih memilih tinggal di sebagian hotel yang ada di wilayah terdampak bencana tsunami Selat Sunda kemarin.

"Kemarin masih ada yang tinggal, di Marbella Hotel masih banyak yang tinggal. Di hotel Pesona juga masih ada yang tinggal. Jadi, pemberitaan semua kabur itu tidak ada," tutur Ashok.

"Sekarang mereka sedang merapikan bagaimana agar Tahun Baru bisa beroperasi," tambah dia.

Sebagai informasi, selepas bencana tsunami yang menerjang wilayah pesisir Banten, Sabtu (22/12/2018) lalu, PHRI Provinsi Banten menyebut ada 20 hotel dan penginapan yang mengalami kerusakan. Namun, tingkat kerusakan dari tiap hotel berbeda-beda. PHRI menyebut bahwa wilayah Tanjung Lesung paling terdampak bencana.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X