Geger Dugaan Kerja Paksa, Berapa Sebenarnya Gaji di Taiwan? - Kompas.com

Geger Dugaan Kerja Paksa, Berapa Sebenarnya Gaji di Taiwan?

Kompas.com - 04/01/2019, 17:33 WIB
Ilustrasi gajiThinkstockphotos.com Ilustrasi gaji

JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 2.000 mahasiswa asal Indonesia pergi ke Taiwan melalui program Magang Industri-Universitas dalam dua tahun terakhir.

Di sana para mahasiswa tersebut juga bekerja paruh waktu serta magang di perusahaan pada tahun kedua. Namun belakangan hal ini geger lantaran adanya dugaan kerja paksa.

Pemerintah Taiwan melalui kantor perwakilannya di Indonesia, Taipei Economic and Trade Office (TETO) sudah membantah isu tersebut. Meski begitu, bekerja Taiwan punya magnet tersendiri untuk WNI.

Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) John C. Chen mengatakan, pekerja di Taiwan sudah pasti digaji sesuai dengan upah minimum.

Baca juga: Ada Kabar Mahasiswa RI Dipaksa Tutup Mulut, Ini Kata Pemerintah Taiwan

"Di Taiwan itu (UMR) 23.000 dollar baru Taiwan, atau sekitar 750 dollar AS per bulan," ujarnya di Kantor TETO, Jalarta, Jumat (4/1/2019).

Bila di rupiahkan, maka jumlahnya dinilai cukup besar. Dengan nilai tukar Rp 14.500 per dollar AS, maka UMR di Taiwan mencapai Rp 10,8 juta per bulan.

Program Magang Industri-Universitas merupakan program yang baru berjalan dua tahun. Pada tahun pertama, sebanyak 872 mahasiswa Indonesia ikut program ini.

Pada tahun kedua, mahasiswa Indonesia yang ikut program tersebut meningkat menjadi 1.231 mahasiswa.

Total ada ada 2.103 mahasiswa dari Indonesia kuliah di Taiwan dalam dua tahun terakhir.

Sejumlah kampus sudah ditunjuk oleh Pemerintah Taiwan untuk menampung mahasiswa Indonesia, salah satunya yakni Universitas Sains dan Teknologi Hsing Wu.

Pemerintah Taiwan mengeluarkan subsidi sebesar 3.000 dollar AS setahun untuk mahasiswa dari luar negeri untuk program tersebut.

Menurut TETO, program Magang Industri-Universitas ditujukan untuk mahasiswa kurang mampu namun ingin belajar di Taiwan.



Close Ads X