Setelah Plastik, Kini Jokowi Mau Bikin Jalan dari Aspal Karet

Kompas.com - 11/01/2019, 14:34 WIB
Penerapan aspal yang dicampur plastik di Jalan Dakota, Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (24/10/2017). Arimbi RamadhianiPenerapan aspal yang dicampur plastik di Jalan Dakota, Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (24/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang intensif membahas rencana kebijakan peningkatan pengunaan karet. Salah satunya yakni mencampurkan karet dengan aspal untuk jalan.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, bila rencana itu jadi, maka diyakini harga karet bisa terdongkrak. Indonesia sebagai produsen karet pun akan dapat manfaatnya.

"Soal aspal (karet), biaya mungkin sedikit naik, tapi daya tahan lebih lama, sehingah masih ada benefitnya," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/1/2019)

"Tapikan itu perlu menyiapkan pengolahannya. Kedua, jalannya yamg mana yang mau diaspal, harus jelas," sambung dia.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengatakan, ada dua macam karet yang dicampur aspal. Pertama yakni latex dan kedua yakni ban bekas dicampur karet lembaran.

Untuk latex kata Darmin, pencampuran dengan aspal biasanya prosesnya bisa lebih cepat karena pengolahannya kecil. Namun aspal ini tidak bisa lama dibiarkan. Pleh sebab itu, setelah dicampur harus langsung dipakai untuk aspal jalan.

"Jadi tidak bisa disimpan, jalannya tidak bisa jauh-jauh dari karetnya," kata Darmin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, aspal yang dicampur dengan ban bekas dicampur karet lembaran. Aspal ini bisa disimpan lebih lama dan pengolahannya membutuhkan pabrik yang cukup besar.

Di Indonesia kata Darmin, sebenarnya sudah ada pabrik yang memproduksi aspal dengan campuran karet ini. Namun hingga saat ini perkembangannya tidak maksimal.

"Kita juga mau coba manfaatkan itu dengan Kementerian PU, Kemenhub juga kita minta identifikasi dari bahan karet apa saja tang bisa dipakai, misal bantalan rel KA, atau alat di pelabuhan," ucap Darmin.

Pemerintah belum mau bicara soal kapan rencana aspal karet bisa terealisasi. Kemenko Perekonomian masih akan melakukan pembahasan dengan stakeholder terkait.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.