Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan: Kami Syok...

Kompas.com - 11/01/2019, 17:45 WIB
Ketua Dewan Pengarah (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono memberikan keterangan terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan anggotanya di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (11/1/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Ketua Dewan Pengarah (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono memberikan keterangan terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan anggotanya di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pengarah (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ( BPJS Ketenagakerjaan) menyatakan syokdengan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu anggotanya.  Kasus ini berpengaruh besar terhadap citra BPJS Ketenagakerjaan.

"Saat ini kami memang agak syok sedikit, karena memang ada kasus yang baru terjadi. Kami diserang dari mana-mana, tapi insya Allah kita recovery pelan-pelanlah," kata Ketua Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono ditemui di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Guntur mengakui, adanya kasus yang melibatkan internalnya itu mempengaruhi citra BPJS Ketenagakerjaan di mata publik.

"Pelan-pelanlah. (Semoga) tidak ada pengaruh lagi," ujarnya.

Baca juga: Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan Resmi Dilaporkan Atas Tuduhan Pelecehan Seksual

Dia menyebutkan, di tengah proses hukum perkara tersebut, pihak tetap bekerja sebagaimana mestinya. Bahkan sedang merancang Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) BPJS Ketenagakerjaan untuk tahun ini dan optimistis bisa tercapai nantinya.

"Sekarang, awal tahun lagi menyusun RKAT 2019 ini. Kita bulan-bulan ini sibuk dengan menyusun terget, harapannya (jumlah kepesertaan makin) tinggi," tuturnya.

Setelah melewati 2018, Guntur optmistis tahun ini terjadi peningkatan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Dia yakin kasus asusila yang melibatkan anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin dan sekretaris pribadinya, RA, tidak akan berdampak lanjutan.

"Tahun ini pertumbuhan yang agresif. Jadi pertumbuhan tambahannya itu pekerja lima juta," sebutnya.

Sebelumnya, RA, pegawai kontrak di Dewas BPJS Ketenagakerjaan mengaku menjadi korban pelecehan seksual atasan tempat dia bekerja. Dia menyebutkan, dirinya menjadi korban pemerkosaan sebanyak empat kali.

Sementara Syafri sendiri membantah segala tuduhan yang dilayangkan RA tersebut.



Terkini Lainnya

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Whats New
 Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Whats New
Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Whats New
Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Whats New
Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Whats New
Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Whats New
Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Work Smart
Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Earn Smart
Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Work Smart
Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Whats New
Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Whats New
Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Whats New
Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Whats New
Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Rilis
Tak Ingin Jago 'Kandang', Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Tak Ingin Jago "Kandang", Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Whats New

Close Ads X