BI: Pemilu Jadi Salah Satu Faktor Terjaganya Daya Beli Tahun Ini

Kompas.com - 17/01/2019, 17:24 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika memberikan paparan kepada awak media di depan Masjid BI, Jumat (28/12/2018). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika memberikan paparan kepada awak media di depan Masjid BI, Jumat (28/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan domestik tetap kuat ditopang oleh konsumsi, baik konsumsi swasta maupun konsumsi pemerintah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, konsumsi swasta diperkirakan tetap baik seiring terjaganya daya beli dan keyakinan konsumen juga dampak positif persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini.

"Konsumsi swasta diperkirakan tetap baik seiring terjaganya daya beli dan keyakinan konsumen serta dampak positif Pemilu," ujar Perry ketika memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Sri Mulyani: Kenaikan Upah Akan Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Perry mengatakan, terjaganya permintaan domestik turun menopang pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang diperkirakan tetap kuat.

Jika terjaganya konsumsi swasta disokong daya beli yang masih kuat juga dampak Pemilu, maka konsumsi pemerintah tumbuh kuat ditopang belanja barang dan bantuan sosial.

Adapun dia menambahkan, faktor yang mendukung daya beli masyarakat yang turut mendorong pertumbuhan konsumsi domestik merupakan peningkatan dan terkendalinya inflasi.

"Itu yang terkait dengan pertumbuhan konsumsi dan investasi," ujar dia.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Diyakini Tak Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Walaupun demikian, ekspor diperkirakan masih tertekan dipengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia yang melandai dan harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun. Sementara itu, impor mulai menurun sejalan dengan kebijakan yang ditempuh, meskipun masih tumbuh tinggi untuk memenuhi permintaan domestik.

"Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 tetap baik yakni pada kisaran 5 persen hingga 5,4 persen, ditopang oleh terjaganya permintaan domestik dan membaiknya ekspor neto," ujar Perry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.