Pertama Kali sejak Juni 2018, Harga Emas Tembus 1.300 Dollar AS

Kompas.com - 29/01/2019, 07:40 WIB
IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

CHICAGO, KOMPAS.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menanjak dan berhasil menembus level psikologis 1.300 dollar AS per ounce pada penutupan perdagangan Senin (28/1/2019) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Ini merupakan posisi tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Menguatnya logam mulia ini seiring dengan jebloknya pasar saham Amerika Serikat, Wall Street.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik 5,00 dolar AS atau 0,39 persen, menjadi 1.303,10 dollar AS per ounce. Posisi penutupan di atas 1.300 dollar AS ini merupakan yang pertama kalinya sejak 14 Juni 2018.

Sementara di Wall Street,  Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 208,98 poin atau 0,84 persen pada 24.528,22. Indeks S&P 500 melemah 20,91 poin (0,78 persen) ke posisi , 2.643,85. Sementara Indeks Komposit Nasdaq melorot 79,18 poin (1,11 persen) pada , menjadi 7.085,69.

Baca juga: Harga Emas Dunia Naik Tipis

Ketika pasar saham membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena para investor mencari aset-aset safe haven seperti emas.

Sementara itu, indeks dollar AS, indikator terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, sedikit menurun, sehingga menambahkan dukungan terhadap emas.

Logam mulia juga mendapat sentimen positif dari ketidakpastian geopolitik, seperti masa depan Brexit, karena legislator Inggris akan memberikan suara pada rencana Brexit baru Perdana Menteri Theresa May pada Selasa waktu setempat.

Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 6,6 sen (0,42 persen) menjadi 15,765 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 3,80 dollar AS (0,46 persen) ke posisi 814,50 dollar AS per ounce.




Close Ads X