Ditopang Teknologi Digital, Industri Hiburan Makin Meroket

Kompas.com - 31/01/2019, 18:08 WIB
VP Marketing Loket, Ario Dimas, Kamis (27/9/2018), di Kantor Go-Jek, Jakarta. Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comVP Marketing Loket, Ario Dimas, Kamis (27/9/2018), di Kantor Go-Jek, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Vice President of Marketing LOKET Ario Adimas mengatakan, saat ini industri hiburan tanah air tengah meroket. Produk ekonomi kreatif seperti film, festival dan konser musik, pameran seni, hingga atraksi hiburan tengah menjamur dan banyak digandrungi masyarakat, khususnya anak muda. Salah satu indikatornya yakni penjualan tiket di LOKET yang bertumbuh berlipat lipat.

" Industri hiburan memiliki potensi sebagai salah satu kekuatan bagi industri kreatif Indonesia yang di saat bersamaan juga turut berkontribusi bagi perekonomian nasional,"ujar pria yang akrab disapa Dimas itu di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Tren kenaikan sudah terlihat pada capaian tahun lalu, di mana penjualan tiket di LOKET melonjak hingga total lebih dari 10 juta tiket.

Penjualan tiket festival musik naik hingga 500 persen, tiket kategori MICE naik 200 persen, dan tiket olahraga naik 225 persen. Sementara tiket atraksi hiburan melonjak 250 persen. Meski tak mematok angka pertumbuhan, Dimas meyakini tiket hiburan semakin banyak yang terjual di 2019.

Baca juga: Ini Strategi Kemenperin agar RI Bisa Bersaing di Era Industri 4.0

"Dengan kenaikan tahun lalu sampai 500 persen, tahun ini diprediksi makin gila," kata Dimas.

Dimas menambahkan, artis mancanegara banyak yang menyampaikan minatnya untuk tur ke Indonesia. Selain itu, ke depannya, akan semakin banyak event menggunakan inovasi teknologi seperti acara GIIAS yang memanfaatkan sistem online ticketing di lokasi acara.

VP Business Development LOKET Anvid Erdian mengatakan, melejitnya industri hiburan tak lepas dari penggunaan inovasi teknologi digital. teknologi mengubah cara masyarakat untuk menjelajah event lebih cepat dan personal.

"Kami memprediksi platform yang bisa memberikan event yang personal, sesuai keinginan konsumen, akan semakin diminati. Itu peluang cukup besar dengan banyaknya event," kata Anvid.

Selain itu, diprediksi konsep online to offline juga semakin dikenal luas. Hal ini terlihat dari proses pemesanan tiket online dan dibayarkan secara offline yang semakin populer. Misalnya untuk tiket pertandingan sepakbola, penjualannya naik 400 persen.

Data analitik juga diperlukan sebagai tolak ukur pelaku industri hiburan untuk melihat tren konsumen. Misalnya, data menunjukkan bahwa tiket paling banyak terjual pada hari Kamis untuk persiapan akhir pekan. Spesifiknya, pembelian melonjak di setelah jam makan siang. Data tersebut bisa menjadi panduan bagi marketing penjualan tiket agar lebih efisien.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X