BKPM: Realisasi Investasi Tahun 2018 Cukup Mengecewakan

Kompas.com - 06/02/2019, 12:45 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Kepala BKPM Thomas Lembong.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Lembong mengakui capaian investasi sepanjang tahun 2018 masih jauh dari harapan.

Pertumbuhan investasi melambat dari di atas 10 persen pada 2017 menjadi sekitar 4 persen pada 2018. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 tak mencapai target.

"Memang realisasi investasi di 2018 cukup mengecewakan. Itu tentunya juga jadi salah satu faktor ya g menyebabkan ekonomi secara total di bawah keinginan kita," ujar Thomas di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Baca juga: Realisasi Investasi 2018 Naik, Tetapi Tetap Tak Capai Target

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi selama 2018 hanya mencapai 5,17 persen dari target 5,4 persen dalam asumsi APBN 2018. Meski begitu, Thomas optimistis tahun 2019 iklim investasi akan jauh membaik.

Ia mulai melihat tanda-tanda investasi mulai bangkit dengan adanya komunikasi dengan investor besar.

"Investor besar semakin nyaman bahwa badai sudah lewat," kata Thomas.

"Sudah keliatan tanda-tanda awal investasi akan recover di 2019 setelah pelemahan yang cukup signifikan di 2018," lanjut dia.

Baca juga: Investasi Asing Anjlok, Sri Mulyani Bicara Turbulensi Global

Optimisme yang sama juga diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Tahun lalu, investasi melemah karena pada kuartal IV 2018 ada turbulensi ekonomi yang diakibatkan perang dagang dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Saat itu, investor belum melihat tanda-tanda investasi di Indonesia akan maju. Namun, pada tahun ini, ia meyakini iklim investasi membaik.

Hal ini ditandai dengan berbagai proyek yang tengah digarap di berbagai daerah dengan nilai masing-masing puluhan triliun rupiah.

"Optimisme terbangun dan Indonesia khususnya sektor industri dengan kerja sama dengan BKPM kita bisa melihat bahwa proyek utama di petrokimia dan baja itu mulai masuk lagi," ucap Airlangga.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X