Prabowo Sebut APBN Bocor 25 Persen, Ini Kata Istana

Kompas.com - 08/02/2019, 18:06 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam acara Distrupto 2018 di Plaza Indonesia Jakarta, Jumat (23/11/2018)KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam acara Distrupto 2018 di Plaza Indonesia Jakarta, Jumat (23/11/2018)

JAKARTA. KOMPAS.com — Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko angkat bicara soal pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Prabowo menyebut sekitar 25 persen anggaran negara bocor. Hal itu ia sampaikan dalam pidato di HUT ke-20 KSPI di Jakarta pada Rabu (6/2/2019).

“Kita punya lembaga antara lain BPK, KPK. Kita juga punya instrumen hukum yang mengawasi dengan baik. Kita juga punya BPKP,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

“Jadi, jangan memberikan pandangan yang menurut saya tidak mendasari atas itu semua,” kata mantan Panglima TNI tersebut.

Baca juga: Prabowo Sebut 25 Persen Anggaran Negara Bocor, Kemenkeu Persilakan Lapor ke Penegak Hukum

Ia mengatakan, kalau benar ada kebocoran dilihat dari opini BPK atau dari BPKP, Presiden pasti akan memerintahkan menterinya untuk melakukan langkah-langkah perbaikan.

Tak hanya pelanggaran yang bersifat administrasi. Kalau ada pelanggaran yang terkait dengan hukum, Moeldoko meyakini Presiden pasti tak akan tinggal diam.

“Jadi, pasti ada langkah seperti itu. Enggak akan kami biarkan seandainya ada kebocoran,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan bahwa pelaksanaan anggaran di APBN dilakukan secara tepercaya.

"Dilaksanakan secara kredibel dan profesional," ujarnya, Rabu (6/2/2019).

Baca juga: Soal Pencetak Utang, Timses Prabowo Bandingkan Menkeu dan Penyerang Liverpool

Setiap tahun, ujarnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pengawasan dan pemeriksaan (audit) terhadap APBN. Hasilnya BPK menyampaikan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) pada 2016 dan 2017 Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Terkait pernyataan bocornya anggaran negara, Nufransa mempersilakan Prabowo untuk melaporkannya ke penegak hukum.

Pada 2018, penerimaan negara mencapai Rp 1.942,3 triliun, tumbuh 16,6 persen dari tahun 2017. Jumlah tersebut juga melebihi target atau 102,5 persen dari target yang ada di APBN 2018 sebesar Rp 1.894,7 triliun. Sementara itu, total realisasi belanja negara di APBN 2018 Rp 2.202,2 triliun atau 99,2.persen dari target APBN 2018 dan tumbuh 9,7 persen dari tahun sebelumnya. Bila anggaran belanja negara bocor 25 persen, angkanya lebih dari Rp 500 triliun.




Close Ads X