Ini 5 Saham yang Paling Banyak Dibeli Asing

Kompas.com - 11/02/2019, 08:08 WIB
Pekerja mengepel lantai di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9). Perdagangan IHSG ditutup pada zona hijau atau menguat 61,81 poin atau 1,06 ke level 5.873,60 meski beberapa waktu lalu tertekan di zona merah sebagai imbas dari neraca perdagangan yang defisit sebesar 1,02 miliar Dolar AS pada Agustus 2018.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Pekerja mengepel lantai di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9). Perdagangan IHSG ditutup pada zona hijau atau menguat 61,81 poin atau 1,06 ke level 5.873,60 meski beberapa waktu lalu tertekan di zona merah sebagai imbas dari neraca perdagangan yang defisit sebesar 1,02 miliar Dolar AS pada Agustus 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia ( BEI) mencatat dana asing masih datang cukup deras di awal tahun 2019 ini. Tercatat aksi beli asing atau net foreign buy dalam seminggu terakhir sebesar Rp 471,19 miliar. Bahkan sejak awal Januari hingga saat ini atau year to date (ytd) sebesar Rp 14,29 triliun.

Lebih lanjut, berdasarkan data RTI, dalam seminggu terakhir lima saham yang paling banyak dibeli asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 697,48 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 385,87 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 335,93 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 173,04 miliar dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 95,76 miliar.

Melihat kondisi ini, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony mengatakan, masih derasnya dana asing tersebut karena memang nilai tukar rupiah masih terjaga, serta rilis data ekonomi pun masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

“Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, asing masih melihat Indonesia sebagai tempat menarik untuk berinvestasi,” ujarnya.

Baca juga: Tahun Politik, Gubernur BI "PeDe" Investasi Asing Tetap Masuk ke Indonesia

Data RTI masih menunjukkan rupiah masih berada di zona nyaman di Rp 13.965 per dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan survei hasil pemantauan harga minggu pertama yang dilakukan Bank Indonesia (BI), inflasi bulan Februari sebesar 0,07 persen secara bulanan atau 2,72 persen secara tahunan.

Menurut dia, dana asing akan terus masuk selama nilai tukar rupiah masih stabil. Di sisi lain, kinerja tahunan perusahaan yang menunjukkan hasil positif akan menarik dana asing kembali masuk. Pun kondusifitas pemilu akan menjadi tolak ukur.

Chris mengatakan, sektor bank pasti akan menarik. Kinerja perbankan blue chip juga menunjukkan hasil yang maksimal. INDF dan UNVR masih menunjukkan laba di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang di 2018.

Asing kecenderungannya akan mengincar saham berkapitalisasi besar dengan tingkat likuiditas yang tinggi.

Baca juga: Negara Mana yang Paling Menarik untuk Pekerja Asing?

Pihaknya masih merekomendasikan saham-saham tersebut dengan target harga tahun ini INDF Rp 9.000 per saham, BMRI Rp 8.500 per saham, BBRI Rp 4.500 per saham, UNVR Rp 60.000 per saham, dan TLKM Rp 4.300 per saham.

Kepala Riset Narada Kapital Kiswoyo Adi Joe mengatakan, asing masih akan terus masuk karena asing sudah keluar Rp 100 triliun lebih tahun 2018. Dan, baru masuk baru sekitar Rp 14 triliun jadi dana asing akan masih terus masuk.

“Ekonomi masih stabil, perbankan masih sehat dan AS masih akan menahan suku bunga,” ujar Kiswoyo kepada Kontan.co.id, Jumat (8/2/2019).

Menurut dia, hal ini akan masih terus bertahan hingga pertengahan tahun. Mereka akan melihat kondisi rupiah yang juga stabil. Asing akan terus mengincar saham besar dan likuid.

Pun pihaknya masih merekomendasikan saham yang diincar asing ini, terutama untuk melakukan investasi jangka panjang

“Yang perlu diperhatikan adalah perang dagang yang akan masih terjadi. Karena berharap itu akan hilang akan sulit saat ini,” tutup Kiswoyo. (Yoliawan H)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Asing masih doyan masuk, ini lima saham dengan net buy terbesar sepekan terakhir



Sumber

Close Ads X