Tahun Politik, Gubernur BI "PeDe" Investasi Asing Tetap Masuk ke Indonesia - Kompas.com

Tahun Politik, Gubernur BI "PeDe" Investasi Asing Tetap Masuk ke Indonesia

Kompas.com - 17/01/2019, 22:11 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) ketika akan memberikan paparan kepada awak media di kantornya, Jumat (26/10/2018).Kompas.com/Mutia Fauzia Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) ketika akan memberikan paparan kepada awak media di kantornya, Jumat (26/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) optimistis iklim investasi Indonesia di tahun politik masih tetap baik.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, meski dinamika politik mulai bisa dirasakan sejak awal tahun, namun kepercayaan investor baik dalam dan luar negeri masih tinggi.  Investor tidak ragu untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia.

"Kalau kita lihat apakah investasi itu wait and see? Tidak. Kami melihat bahwa confidence investor baik dalam maupun luar negeri itu tumbuh, dan sejumlah indikator itu menunjukkan itu," ujar Perry ketika memberikan penjelasan kepada awak media di kawasan perkantoran BI, Kamis (17/1/2018).

Adapun indikator yang dimaksudkan Perry adalah, jika dilihat dari pertumbuhan investasi riil di dalam Produk Domestik Bruto (PDB), terjadi pertumbuhan cukup signifikan. Pada kuartal III-2018, investasi tumbuh sebesar 6,9 persen, sementara di kuartal IV-2018, pertumbuhan investasi juga berada di atas 6 persen.

Baca juga: 291 Permentan Dicabut, Investasi Pertanian Melonjak 110 Persen

Secara keseluruhan, investasi tahun lalu diperkirakan tumbuh hampir 7 persen.

Investasi riil juga diperkirakan masih berlanjut di kuartal I-2019 ini. Bentuk investasi riil tersebut tak hanya dalam bentuk investasi bangunan, tetapi juga non bangunan.

Indikator lainnya adalah surplus neraca modal yang diperkirakan mencapai 4,2 miliar dollar AS di kuartal IV-2018.

"Surplus neraca modal itu tercatat tidak hanya dalam bentuk skema penanaman modal asing (PMA), tetapi juga investasi portofolio, tidak hanya dari investor korporasi dalam negeri tetapi juga investor asing," sebut Perry.



Close Ads X