Harga Harley Davidson Capai Rp 1,2 Miliar, Pengusaha Minta Pajak Barang Mewah Diturunkan

Kompas.com - 25/02/2019, 08:12 WIB
Harley Davidson meluncurkan model tahun 2019 (MY19) di antaranya Street, Sporster, Softail dan Touring. Di Indonesia, peluncuran dilakukan di Bandung, Sabtu (26/1/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIHarley Davidson meluncurkan model tahun 2019 (MY19) di antaranya Street, Sporster, Softail dan Touring. Di Indonesia, peluncuran dilakukan di Bandung, Sabtu (26/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha meminta Pemerintah menurunkn pajak barang mewah untuk motor gede (moge).  Saat ini pajak yang diberlakukan mencapai 125 persen dari harga motor.

Besaran pajak itu dinilai terlalu tinggi hingga membuat penjualan motor gede kurang berkembang di Indonesia.

"Kita menghadapi kondisi ekonomi ynag masih sulit, juga pajak yang masih tinggi. Ini yang membuat pemasaran motor besar seperti Harley Davidson masih terkendala," kata Sahat Manalu, dari authorized dealer Anak Elang Harley Davidson of Jakarta seperti dilansir Tribunnews, di Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Sahat mengatakan, pajak barang mewah untuk moge sudah naik berkali-kali. Tahun 2013, pajak untuk moge seperti motor Harley Davidson hanya 75 persen. Kemudian pajaknya naik bertahap dan kini menjadi 125 persen.

Baca juga: Hindari Tarif Impor, Harley Davidson akan Pindahkan Basis Produksi dari AS

Akibatnya, harga jual motor Harley baru oleh dealer resmi seperti Anak Elang Harley Davidson of Jakarta menjadi kurang kompetitif.

"Tahun 2013 Mabua (dealer resmi Harley Davidson yang lama dan kini tutup) pernah jual 1.000 unit Harley dalam setahun. Sekarang setelah pajak barang mewahnya naik, Anak Elang hanya bisa menjual 80 unit sepanjang 2018 lalu. Dengan diler lain penjualan gabungan mungkin sekitar 150 unit. Ini penyebabnya bukan semata kondisi ekonomi tapi pajak yang terlalu tinggi," sebutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mencontohkan, harga jual Harley Ultra yang semula pajak barang mewahnya masih sekitar 75 persen, harga jualnya hanya Rp 600 juta. Sekarang setelah pajaknya naik jadi 125 persen. harga jualnya jadi Rp 1,2 miliar.

"Lalu Harley Sportster, dulu harganya hanya Rp 200 juta sekarang jadi Rp 400 juta setelah pajaknya naik jadi 125 persen," ucap dia.

Baca juga: Jakarta Masuk 10 Besar Kota Paling Mahal untuk Barang Mewah di Asia

"Sekarang pajak naik jadi 125 persen. Ini pajaknya jadi tidak masuk akal," tambahnya.

Dia menyebutkan, Pemerintah seharusnya menurunkan pajak dan memberantas praktik impor gelap dan peredaran motor-motor Harley Davidson bodong.

Dengan pajak yang turun, animo konsumen membeli Harley baru jadi meningkat. Gairah komunitas moge seperti Harley juga makin menggeliat. Pajak yang bisa dibayar juga bisa lebih banyak karena bertambahnya populasi motor Harley baru. (Choirul Arifin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dinilai Ketinggian, Dealer Harley Davidson Minta Pemerintah Turunkan Pajak Barang Mewah untuk Moge

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.