Awal 2019, Lifting Migas Wilayah Sumbagut Lampaui Target APBN

Kompas.com - 25/02/2019, 12:41 WIB
Ilustrasi migas SHUTTERSTOCKIlustrasi migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Lifting minyak bumi dan kondensat di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), berhasil melampau target yang ditetapkan pemerintah melalui APBN, pada awal tahun 2019.

Berdasarkan data operasional dokumen Januari 2019, lifting minyak mentah dan kondensat mencapai sekitar 222.330 barrel perhari. Adapun target APBN Tahun 2019 untuk 9 perusahaan KKKS produksi yang berkontribusi di wilayah operasi Sumbagut sekitar 211.939 barrel per hari atau 4,9 persen lebih tinggi dari target APBN.

Sementara jika dibandingkan dengan penetapan target lifting WP&B (Work Program and Budget) 202.155 barrel perhari, maka angka kenaikannya mencapai 10 persen.

Jumlah tersebut belum termasuk produksi minyak di laut Anambas dan Natuna Propinsi Kepulauan Riau, yang diawasi oleh Pengawas SKK Migas Pusat.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah untuk Genjot Produksi Migas Nasional

"Penerapan baru kebijakan pengawasan langsung kegiatan lifting oleh Pengawas Lapangan SKK Migas untuk mengamankan penerimaan negara mulai dirasakan hasilnya," sebut Pengawas Utama Lifting SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (25/2/2019).

Selain pengawasan langsung oleh SKK Migas, capaian positif ini terjadi karena realisasi produksi yang membaik serta adanya kebijakan untuk memaksimalkan lifting bulanan. Dibandingkan tahun sebelumnya total kenaikan pada bulan Januari tercatat sekitar 11 persen. Pada tahun 2018 sebesar 6.274.682 barrel. Sedangkan pada tahun 2019 mencapai 6.892.215 barrel.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris SKK Migas Arief Handoko menyampaikan arahan Menteri ESDM, lifting Tahun 2019 diharapkan mendekati bahkan sama dengan produksi, sehingga kontribusi migas sebagai penerimaan negara terbesar dari sektor PNBP (Pendapatan nasional bukan pajak) dapat terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Divisi SDM SKK Migas Hudi D Suryodipuro mengatakan saat ini SKK Migas telah memiliki 160 pengawas lifting profesional tersertifikasi, di wilayah Sumbagut sendiri telah ditempatkan 17 pengawas lifting yang langsung ditempatkan di terminal titik serah minyak di Perusahaan KKKS.

Saat ini secara nasional kontribusi lifting minyak dan kondensat minyak wilayah operasi Sumbagut sekitar 30 persen dari target APBN yang mencapai 775 ribu barel per hari.

Di wilayah Sumbagut sumber produksi utama berasal dari Blok Rokan oleh PT Chevron Pacific Indonesia. Selain Chevron, terdapat KKKS Produksi minyak lainnya yaitu Pertamina EP, BOB BSP-PH, EMP Malacca Straits, EMP Tonga, PHE Siak, PHE Kampar dan PHE NSO-NSB dan SPR Langgak.

Wilayah Kerja SKK Migas Sumbagut sendiri masih mengcover wilayah migas di Propinsi Riau, Aceh dan Sumatera utara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X