Ini Cara Cashwagon Tekan Kasus Penipuan Fintech Abal-abal

Kompas.com - 26/02/2019, 13:10 WIB
Ilustrasi Fintech thinkstockphotosIlustrasi Fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Popularitas layanan teknologi keuangan alias financial technology ( fintech) yang melesat juga menciptakan celah tindak kejahatan. Penipuan yang dilakukan fintech abal-abal pun kian marak, salah satunya bermodus pengajuan pinjaman dengan memakai data orang lain.

Sehingga, ada sejumlah laporan orang-orang yang merasa tak mengajukan pinjaman tetapi mendapatkan teror dari perusahaan pemberi pinjaman.

“Kasus yang kami temui ini sangat berbahaya karena mereka menggunakan data asli milik orang lain, sehingga reputasi orang tersebut bisa menjadi jelek nantinya,” kata Asri Anjarsari, CEO PT Kas Wagon Indonesia yang mengoperasikan platform Cashwagon dalam pernyataannya, Selasa (26/2/2019).

Baca juga: Ketua OJK: Utang ke Fintech Ilegal Sama dengan Utang ke Rentenir

Asri menuturkan, untuk meminimalisir aksi penipuan tersebut, Cashwagon memanfaatkan kecerdasan buatan alias AI (Artificial Intelligent), Machine Learning dan Big Data yang mampu mendeteksi skema kejahatan penipuan dan menemukan aplikasi mencurigakan yang dilakukan sindikat untuk menipu.

CEO PT Kas Wagon Indonesia Asri Anjarsari. Kas Wagon mengoperasikan fintech peer to peer lending Cashwagon.Dok. Cashwagon CEO PT Kas Wagon Indonesia Asri Anjarsari. Kas Wagon mengoperasikan fintech peer to peer lending Cashwagon.

Berdasarkan jejak digital yang diperoleh, platform Cashwagon memungkinkan untuk melacak pola penjahat dan menetapkan identitas pelaku penipuan dan lokasi mereka untuk kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.

"Prioritas utama Cashwagon adalah keselamatan pelanggan, sehingga perusahaan melakukan segala upaya untuk melindungi mereka," tutur Asri.

Baca juga: Satgas Investasi: Ada Kemungkinan Fintech Legal Lakukan Ancaman

Adapun kebijakan anti penipuan internal Cashwagon sepenuhnya dilakukan untuk mematuhi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dirancang untuk memberikan layanan keuangan yang sehat dan dapat diandalkan kepada publik, melindungi kepentingan investor secara menyeluruh dan mencegah kejahatan.

“Kami akan terus melindungi pelanggan kami dan bekerja sama dengan polisi kejahatan dunia maya untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech,” jelas Asri.

PT Kas Wagon Indonesia adalah perusahaan fintech yang mengoperasikan platform peer to peer lending (P2P) online, yang menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman.
Cashwagon telah terdaftar di OJK dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 (Sertifikasi Manajemen Keamanan Informasi) oleh Lembaga Standar Inggris.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X