Mochtar Riady: Pebisnis Harus Sensitif dengan Ekonomi Digital

Kompas.com - 28/02/2019, 08:45 WIB
Mochtar Riady dalam acara penyerahan Bantuan bagi Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) yang dilakukan secara simbolis Selasa, 22 Januari 2019 disaksikan Menristekdikti Mohamad Nasir, di Gedung Dikti, Jakarta. Dok. Lippo GroupMochtar Riady dalam acara penyerahan Bantuan bagi Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) yang dilakukan secara simbolis Selasa, 22 Januari 2019 disaksikan Menristekdikti Mohamad Nasir, di Gedung Dikti, Jakarta.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Mochtar Riady, pendiri Lippo Group, mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap fokus dan sensitif terhadap perkembangan era digital yang berkorelasi pada ekonomi, teknologi dan politik.

Demikian dikatakan Mochtar Riady pada acara CEO Power Breakfast 2019 bertema "Building a Lasting Legacy in the Digital Economy Era" atau Membangun Warisan di Era Ekonomi Digital, di Jakarta, Rabu, (27/2/2019). Menurut dia ketiga komponen itu penting dan saling mengisi dalam kaitannya dengan era digital.

"Pelaku usaha sebaiknya up to date dan mampu mengelola data yang dimiliki. Jika tidak mampu mengimbangi kekuatan ekonomi digital, bersiaplah menghadapi kemunduran," ujarnya.

Pada acara CEO Power Breakfast 2019 kali ke dua yang diadakan Siloam Hospitals Group itu Mochtar Riady mengambil contoh pada pesatnya perkembangan bisnis yang dikelola secara digital oleh perusahaan Alibaba dan Amazon.

"Dekade 1990 sebagian pasar modal di Amerika dikuasai oleh Walmart sebagai pelaku usaha di bidang retail dan pelayanan. Tapi, di saat ekonomi mulai dikelola secara digital, kini tiga tahun terakhir semua tertuju pada jasa digital yang dikelola oleh Alibaba dan juga Amazon," kata Mochtar.

Untuk itu, lanjut Mochtar, kunci utama saat ini para pelaku bisnis harus lebih sensitif terhadap perkembangan data digital yang mengacu pada sektor ekonomi, teknologi, juga bidang politik.

Pada tempat yang sama, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, turut mengamini pendapat pendiri Lippo Group tersebut. Sebagai salah panelis acara tersebut, Arief menyampaikan jalannya perkembangan Pariwisata Indonesia disebabkan oleh digitalisasi sektor pariwisata Indonesia, terutama promosi digital wonderful Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa anggaran yang ada di Kementerian Pariwisata digunakan untuk kegiatan berbasis digital sebanyak 70 persen, sementara untuk promosi konvensional 30 persen.

"Ini menunjukan bahwa pengaruh digital sangat besar bagi pariwisata. Ditambah ada perubahan gaya hidup, terutama bagi kaum milenial terhadap penggunaan teknologi," papar Arief.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Whats New
Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Whats New
Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Whats New
Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Rilis
IHSG 'Parkir' di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

IHSG "Parkir" di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

Whats New
PLN Target Seluruh Jaringan Listrik NTT Pulih 21 April 2021

PLN Target Seluruh Jaringan Listrik NTT Pulih 21 April 2021

Whats New
Kini Pengguna Shopee Bisa Gunakan Fitur Khusus Produk Lokal

Kini Pengguna Shopee Bisa Gunakan Fitur Khusus Produk Lokal

Whats New
Lebih dari 90 Persen Aliran Listrik di NTT Kembali Tersambung Usai Diterjang Badai

Lebih dari 90 Persen Aliran Listrik di NTT Kembali Tersambung Usai Diterjang Badai

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X