EDC Bank BUMN Diintegrasikan, Nasabah Tak Dikenakan Tambahan Biaya Transaksi - Kompas.com

EDC Bank BUMN Diintegrasikan, Nasabah Tak Dikenakan Tambahan Biaya Transaksi

Andri Donnal Putera
Kompas.com - 20/11/2017, 15:33 WIB
Ilustrasi transaksi elektronikDok. Verifone Ilustrasi transaksi elektronik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) menyederhanakan layanan bank milik negara dengan mengintegrasikan perangkat electronic data capture ( EDC) dari BNI, Bank Mandiri, dan BRI.

Pemilik kartu ATM tiga bank tersebut yang nantinya bertransaksi menggunakan EDC juga dipastikan tidak dibebankan biaya tambahan.

(Baca: EDC Mandiri, BNI, dan BRI di 6 BUMN Diintegrasikan)

"Tidak ada (biaya bertransaksi di EDC). Kalau untuk transfer di ATM (sesama bank BUMN), sudah turun dari Rp 6.500 jadi Rp 4.000," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo di gedung Kementerian BUMN, Senin (20/11/2017).

Gatot menjelaskan, integrasi EDC ini nantinya akan membuat jumlah perangkat EDC bank BUMN di tiap merchant hanya menjadi satu unit dari sebelumya antara dua hingga tiga unit.

Perangkat EDC lain yang sudah tidak terpakai di merchant tersebut nantinya akan dikumpulkan untuk dipakai di merchant lain yang belum dilengkapi dengan EDC.

Pada prinsipnya, integrasi EDC ini sama dengan ATM Link BUMN. Dari pelaksanaan ATM Link, Kementerian BUMN mengaku bisa menghemat pengeluaran untuk investasi mesin ATM dan memaksimalkan mesin ATM yang sudah ada saat ini.

"ATM kami sudah ada sekitar 60.000 unit dan tahun ini kami tidak ada penambahan ATM lagi, tapi disebar ke tempat yang butuh ATM. Kalau EDC jumlahnya 300.000-an, akan disebar juga dan ada kemungkinan ditambah," tutur Gatot.

PenulisAndri Donnal Putera
EditorBambang Priyo Jatmiko

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM