Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masih Dalam Tren Melemah, Rupiah Menuju Rp 14.500 Per Dollar AS?

Kompas.com - 29/06/2018, 05:37 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah kian terpuruk. Pada perdagangan Kamis (28/6/2018) sore, kurs rupiah di pasar spot  melemah 1,52 persen ke level Rp 14.394 per dollar Amerika Serikat (AS). Lagi-lagi, mata uang Garuda menyentuh level terlemah sepanjang tahun ini.

Mengutip Kontan.co.id Jumat (29/6/2018), analis Monex Investindo Faisyal mengatakan pelemahan rupiah sepanjang hari kemarin dipicu oleh kembali menguatnya dollar AS.

"Hampir seluruh mata uang utama maupun emerging market melemah terhadap dollar," katanya, Kamis (28/6/2018).

Baca: Pelemahan Rupiah Diprediksi Bisa Berlanjut

Selain itu, pelemahan rupiah juga terjadi seiring dengan naiknya yield surat utang negara (SUN). Hari ini yield SUN acuan bertenor 10 tahun berada di level 7,86 persen atau naik 1,69 persen. Hal ini membuat investor asing memilih menarik dana dari pasar domestik.

Adapun, kemungkinan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan untuk ketiga kalinya pada Rapat Dewan Gubernur yang tengah berjalan, dianggap Faisyal, tidak akan banyak memberi dampak. "Pasalnya, pasca-suku bunga naik dua kali, rupiah masih belum stabil juga," tuturnya.

Faisyal menilai, rupiah terus melemah lantaran tertekan data perdagangan Indonesia bulan Mei yang dirilis dengan angka impor cukup tinggi. "Impor naik lebih banyak daripada ekspor dan neraca perdagangan masih defisit," katanya.

Investor juga mulai menjaga jarak dengan pasar dalam negeri seiring dengan perhelatan tahun politik yang semakin dekat. Pemilihan kepala-kepala daerah hingga pemilihan presiden selanjutnya membuat investor melihat ada potensi ketidakpastian di pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Hingga akhir tahun ini, Faisyal melihat, rupiah berpotensi terus melemah hingga berada di rentang Rp 14.500 - Rp 15. 000 per dollar AS. Alasannya, The Fed kemungkinan besar masih akan menaikkan suku bunganya dua kali lagi.

Selain itu, Agustus nanti calon presiden sudah mulai ditetapkan sehingga ketidakpastian ekonomi mulai muncul.

Untuk perdagangan Jumat (29/6/2018), pasar masih akan fokus pada hasil Rapat Dewan Gubernur BI. Faisyal memprediksi, rupiah masih akan melanjutkan pelemahan dan berpotensi menguji level Rp 14.500 per dollar AS.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Besok, kurs rupiah menguji level Rp 14.500 per dollar AS

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kasus SPK Fiktif Rugikan Rp 80 Miliar, Kemenperin Oknum Pegawai yang Terlibat

Kasus SPK Fiktif Rugikan Rp 80 Miliar, Kemenperin Oknum Pegawai yang Terlibat

Whats New
Laba Bersih Avrist Assurance Tumbuh 18,3 Persen pada 2023

Laba Bersih Avrist Assurance Tumbuh 18,3 Persen pada 2023

Whats New
Mendag Zulhas Usul HET Minyakita Naik Jadi Rp 15.000 Per Liter

Mendag Zulhas Usul HET Minyakita Naik Jadi Rp 15.000 Per Liter

Whats New
Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Whats New
Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Rilis
Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Whats New
Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Whats New
Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Whats New
IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

Whats New
Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Whats New
Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Whats New
Strategi untuk Meningkatkan Keamanan Siber di Industri E-commerce

Strategi untuk Meningkatkan Keamanan Siber di Industri E-commerce

Whats New
Permendag Direvisi, Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Masalah Lagi dengan Barang TKI

Permendag Direvisi, Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Masalah Lagi dengan Barang TKI

Whats New
Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Whats New
Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com