Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kerugian Ratusan Miliar Rupiah

Kompas.com - 29/04/2013, 04:05 WIB

Jakarta, Kompas - Kelangkaan solar yang terjadi belakangan ini telah menciptakan kerugian ratusan miliar rupiah per hari. Hal itu terjadi karena biaya logistik meningkat akibat lamanya truk yang mengantre solar di sejumlah daerah. Pemerintah perlu segera bersikap.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto di Jakarta, Minggu (28/4), memperkirakan, kerugian ekonomi dunia usaha akibat kelangkaan solar bisa mencapai ratusan miliar rupiah. ”Terhambatnya kelancaran distribusi barang karena antrean truk, termasuk produk yang rusak di jalan dan lain-lain, bisa ratusan miliar,” kata Suryo.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, ketidakjelasan kebijakan energi mengakibatkan kerugian dalam hal harga, ongkos pengangkutan, ketidakpastian usaha, bertambahnya pengangguran, dan terganggunya investasi. ”Ratusan miliar rugi setiap hari,” kata Sofjan lewat pesan pendek dari Roma, Italia.

Menurut Sofjan, ketidakjelasan kebijakan energi sudah mengganggu makroekonomi. Kondisi ini semakin menyulitkan dunia usaha Indonesia bersaing dengan barang-barang impor.

”Sulit dihitung kerugian dalam bentuk rupiah sekarang ini. Momentum pertumbuhan ekonomi sudah terganggu,” ujarnya.

Suryo mengatakan, Kadin berharap persoalan terkait bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diselesaikan dengan tuntas. Alih-alih untuk pemberian subsidi BBM yang tidak jelas sasarannya, lebih baik dana tersebut digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif.

”Dana yang sekitar Rp 300 triliun tersebut, misalnya, bisa direalokasikan ke provinsi-provinsi. Di provinsi, 50 persen dana dapat digunakan untuk infrastruktur, selebihnya untuk kesehatan, pendidikan, mendorong usaha kecil dan menengah, menambah modal Bank Pembangunan Daerah, dan hal produktif lainnya,” kata Suryo.

Terlambat

Kerugian akibat kelangkaan solar terlihat di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Sudah berhari-hari puluhan truk parkir di Pasar Induk Kramatjati karena tak ada buah-buahan atau sayuran yang dikirim dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.

Tak adanya kiriman buah atau sayuran tersebut dikarenakan para pemilik barang ragu kiriman mereka dapat sampai tepat waktu. Kelangkaan solar dalam sebulan terakhir ini menjadi alasan dasar sering terjadi keterlambatan pengiriman barang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com