Presiden: Dampak Cuaca Jadi Risiko Inflasi

Kompas.com - 16/08/2017, 17:21 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato Rancangan Undang-undang Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018. Dalam pidato tersebut, Jokowi memaparkan rencana indikator ekonomi makro tahun 2018.

Dalam indikator ekonomi tersebut, inflasi indeks harga konsumen (IHK) dipatok pada level 3,5 persen. Jokowi menyatakan, target ini didukung perbaikan kapasitas produksi nasional.

Selain itu, perbaikan juga diharapkan terjadi pada stabilitas harga dan harga komoditas global. Akan tetapi, faktor cuaca dipandang sebagai risiko yang menghantui target inflasi tersebut.

(Baca: Nasib APBN-P 2017 dan Perppu Akses Informasi Keuangan Ditentukan Hari Ini)

"Dampak cuaca terhadap harga komoditas pangan menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan," kata Jokowi di Gedung DPR/MPR, Rabu (16/8/2017).

Jokowi menyatakan, cuaca merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi. Oleh sebab itu, koordinasi harus ditingkatkan.

"Penguatan koordinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil tentunya akan terus ditempuh dan ditingkatkan untuk lebih mendukung terjaminnya stabilitas harga di dalam negeri," tutur Jokowi.

Melihat ke belakang, Jokowi mengungkapkan, inflasi pada tahun 2015 mencapai 3,35 persen dan 2016 mencapai 3,02 persen. Capaian ini didukung perbaikan infrastruktur dan logistik pasokan barang kebutuhan masyarakat.

"Pengendalian inflasi masih terus dilanjutkan pada tahun 2017, sehingga realisasi inflasi mulai Januari  sampai dengan Juli termasuk saat menjelang Lebaran dapat dijaga pada tingkat 2,6 persen," ungkap Jokowi.



EditorMuhammad Fajar Marta

Close Ads X