Bambang P Jatmiko
Editor

Penikmat isu-isu ekonomi

Wahai Ditjen Pajak, Begini Tips Memata-matai Orang Kaya Kekinian

Kompas.com - 25/09/2017, 06:44 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCK/IR STONEIlustrasi.
EditorHeru Margianto


Memata-matai Orang Kaya

Melihat trend orang kaya kekinian, ada baiknya Ditjen Pajak mulai kritis, kreatif, dan inovatif memikirkan hal-hal lain yang harus dilaporkan dalam SPT pajak. Dan, tak terpatok pada barang-barang yang dianggap sebagai penanda kesuksesan seperti smartphone.

Untuk itu, bro Dirjen Pajak bisa memerintahkan stafnya untuk mulai memata-matai orang kaya kekinian dengan cara lain.

Pertama, mendaftar hobi para wajib pajak. Caranya, ya dengan mewajibkan para wajib pajak melaporkan hobi mereka ke dalam SPT pajak. Bagaimanapun, hobi-hobi tertentu patut dicurigai sebagai hobinya orang kaya.

Kedua, mencatat makanan kesukaan wajib pajak. Seluruh wajib pajak perlu untuk melaporkan makanan favoritnya dalam SPT pajak.

Ini penting untuk dilaporkan. Orang kaya memiliki selera makanan yang berbeda dari orang kelas menengah pekerja yang kebanyakan suka makan fast food. Jika dalam kolom ini ada tulisan “organik”, Ditjen Pajak bisa memata-matai wajib pajak tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, jika masih dirasa kurang komprehensif, Ditjen Pajak bisa menambah kolom cita-cita dalam SPT pajak. Bagaimanapun, cita-cita penting untuk dilaporkan ke dalam SPT pajak, karena orang-orang berduit punya utopianya sendiri.

Jika cita-cita yang dilaporkan masih umum, wajib pajak tersebut tak perlu dicurigai. Namun, apabila cita-cita itu sudah agak berbeda dengan orang pada umumnya, ini nih yang patut dicurigai sebagai orang kaya.

Keempat, Ditjen Pajak perlu untuk memaksa para wajib pajak menuliskan pesan dan kesan dalam SPT pajak. Orang berduit biasanya punya pesan dan kesan tertentu kepada pemerintah menyangkut isu-isu yang sangat spesifik dan berbeda dari kebanyakan masyarakat pada umumnya.

Jika pesan dan kesannya agak nyleneh, yang bersangkutan pantas dimasukkan dalam daftar wajib pajak yang harus diawasi.

Demikian saja, semoga Ditjen Pajak selalu diberi kesuksesan dan kelancaran dalam memata-matai orang berduit di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Whats New
Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Whats New
Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Whats New
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Whats New
Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Rilis
Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Whats New
 IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Spend Smart
Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Whats New
Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Earn Smart
Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Spend Smart
Hitung-hitungan PLN, Konversi LPG ke Kompor Induksi Bisa Bikin Negara Hemat Rp 27,3 Triliun

Hitung-hitungan PLN, Konversi LPG ke Kompor Induksi Bisa Bikin Negara Hemat Rp 27,3 Triliun

Whats New
Perseteruan Petinggi MPR Vs Sri Mulyani, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Perseteruan Petinggi MPR Vs Sri Mulyani, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.