3 Tahun Jokowi-JK, Luhut Sindir Konstribusi Freeport di Papua

Kompas.com - 18/10/2017, 12:15 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menyelenggarakan afternoon tea bersama wartawan, di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menyelenggarakan afternoon tea bersama wartawan, di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir PT Freeport Indonesia dalam acara pemaparan 3 tahun Pemerintahan Jokowi-JK.

Menurut Luhut, saat bicara pembangunan di Papua, maka tidak perlu lagi membawa-bawa Freeport karena konstribusi perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu tidak sebesar yang dibayangkan.

"Kalau saya kemarin di AS (Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF), orang tanya bagaimana mengenai Papua," ujar Luhut di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

"Saya bilang 'Kamu tahu tidak investasi kami di Papua itu 10 miliar dollar AS sementara Penduduknya hanya 4 juta'. Jadi jangan lagi bawa-bawa Freeport itu tidak begitu penting karena kontribusinya enggak ada segitu," sambung dia.

Menurut Luhut, selama 3 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, pembangun berjalan dengan baik. Tak dan hanya di Jawa, namun juga di luar Jawa.

Di Papua kata dia, pembangunan jalan trans Papua terus berjalan. Hal itu menurutnya sebagai pembeda Pemerintahan Jokowi-JK dengan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Selain itu, Luhut juga memaparkan berbagai capaian-capaian di sektor lain diantaranya sektor kemaritiman dan sektor pariwisata.

Kompas TV Beberapa ketentuan yang tetap dipegang teguh pemerintah, ialah Freeport yang harus mendivestasi sahamnya sebanyak 51 persen.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAprillia Ika

Close Ads X