BI Sambut Baik Jerome Powell Jadi Kandidat Kuat Pimpinan The Fed

Kompas.com - 02/11/2017, 12:30 WIB
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (16/2/2017). Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.comRapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (16/2/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia ( BI) Agus DW Martowardojo menyambut baik penunjukan Jerome Powell sebagai kandidat kuat pimpinan bank sentral AS Federal Reserve pengganti Janet Yellen. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan lima kandidat pengganti Yellen.

Agus menyatakan, adalah hal yang baik ketika ada kepastian sosok-sosok yang akan menjadi pengganti Yellen dalam memimpin The Fed. Adapun Powell, kata Agus, adalah kandidat yang dianggap paling kuat menjabat pimpinan The Fed selanjutnya.

"Kalau seandainya Powell yang terpilih, kami melihat itu adalah satu pilihan yang baik," kata Agus di Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Menurut Agus, The Fed di bawah kepemimpinan Yellen selama beberapa tahun ini telah memberikan komunikasi yang sangat baik terkait kajian maupun kebijakan yang diambil. Ia berharap, hal itu dapat terus terjadi dan dipertahankan.

(Baca: Mengenal Jerome Powell, Kandidat Kuat Ketua The Fed yang Baru)

Agus pun menuturkan, dirinya menyambut baik apabila Powell yang ditunjuk Trump sebagai pimpinan The Fed selanjutnya. Namun demikian, ia masih akan menunggu pengumuman resmi.

"Kita lihat bahwa kebijakan-kebijakan selama ini di bawah leadership (kepemimpinan) Yellen berkesinambungan. Ini akan baik untuk ekonomi AS maupun ekonomi dunia," jelas Agus.

Menurut dia, hal baik yang terjadi pada kepemimpinan Yellen adalah kebijakan-kebijakan yang diambil dikomunikasikan dengan sangat baik.

Sehingga, hampir semua pelaku ekonomi, bank sentral, dan kementerian keuangan di seluruh dunia dapat memahaminya dan tidak ada shock alias guncangan.

Namun demikian, ia merekomendasikan agar otoritas moneter AS dapat memberikan informasi yang berimbang, sehingga tidak ada keterkejutan di pasar. Akhirnya, ketidakstabilan pada perekonomian dapat dihindari.

Kompas TV Bukan cuma memberi sinyal menaikkan bunga, sejumlah ekonom sudah memprediksi The Fed akan 4x menaikkan suku bunga sepanjang tahun 2017. Bagaimana pengaruhnya ke pada ekonomi Indonesia dijabarkan oleh ekonom Bank DBS Gundy Cahyadi dalam tayangan Kontan TV berikut ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X