Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhub Lantik Tiga Dirjen Baru

Kompas.com - 03/11/2017, 16:17 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melantik tiga orang Direktur Jenderal (Dirjen) baru di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Ketiga Dirjen tersebut adalah ialah Irjen Polisi Budi Setiyadi sebagai Dirjen Perhubungan Udara, R Agus H Purnomo sebagai Dirjen Perhubungan Laut, dan Zulfikri sebagai Dirjen Perkeretaapian.

"Saya percaya bahwa saudara-saudara akan menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Semoga Tuhan yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta'ala bersama kita," kata Budi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Pengangkatan ketiga Dirjen di lingkungan Kemenhub mengacu pada Keppres Nomor 120/TPA Tahun 2017 Tanggal 31 Oktober 2017.

Baca juga: Cerita Menhub Budi Karya Naik Taksi Online ke Sebuah Acara

Dalam sambutannya, Budi mengungkapkan bahwa pelantikan kali ini dirasa istimewa. Pasalnya, ia melantik tiga Dirjen sekaligus dalam satu hari.

Selain itu tiga dirjen baru, Budi juga melantik para pejabat madya, pejabat administrator, dan pejabat pengawas di lingkungan Kemenhub. Hari itu, terdapat lebih dari 100 orang pejabat yang dilantik.

Kepada para pejabat eselon I yang dilantik, Budi berpesan agar dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru. Selain itu, para pejabat tinggi tersebut juga diharapkan bisa bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi, serta menjadi teladan bagi seluruh jajaran lingkungan kerjanya.

Pada kesempatan itu, Budi juga melantik Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang baru, Dwikorita Karnawati.  Pengangkatan Dwikorawati sebagai Kepala BMKG berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 136/TPA Tahun 2017 Tanggal 31 Oktober 2017.

Kompas TV Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan yang terus meningkat menjadi kekuatan bagi wilayah ini untuk menjadi gerbang bagi wilayah Indonesia timur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Penguatan Dollar AS Buat Suku Bunga Acuan Tak Kunjung Turun

Penguatan Dollar AS Buat Suku Bunga Acuan Tak Kunjung Turun

Whats New
Hari Terakhir, Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Hari Terakhir, Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Work Smart
InJourney Airports Layani 7,4 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024

InJourney Airports Layani 7,4 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024

Whats New
Manfaat dan Kerugian Pakai Paylater yang Perlu Diketahui

Manfaat dan Kerugian Pakai Paylater yang Perlu Diketahui

Spend Smart
[POPULER MONEY] Cara Download Kartu Nikah Digital | Luhut Sebut China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

[POPULER MONEY] Cara Download Kartu Nikah Digital | Luhut Sebut China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan untuk 'Fresh Graduate' agar Tak Menyesal

5 Tips Mengatur Keuangan untuk "Fresh Graduate" agar Tak Menyesal

Spend Smart
Pasca Halving, Harga Bitcoin Justru Merosot

Pasca Halving, Harga Bitcoin Justru Merosot

Whats New
Terima 40 Laporan Balon Udara Liar Selama Lebaran 2024, AirNav: Jauh Berkurang dari Tahun Lalu

Terima 40 Laporan Balon Udara Liar Selama Lebaran 2024, AirNav: Jauh Berkurang dari Tahun Lalu

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Bakal Diresmikan Jokowi, Menhub: Potensi Kembangkan Pariwisata

Bandara Panua Pohuwato Bakal Diresmikan Jokowi, Menhub: Potensi Kembangkan Pariwisata

Whats New
Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lansia, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lansia, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Luhut Ungkap China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Luhut Ungkap China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Whats New
Mata Uang Spanyol Sebelum dan Setelah Gabung Uni Eropa

Mata Uang Spanyol Sebelum dan Setelah Gabung Uni Eropa

Whats New
Bus Tertabrak KA Rajabasa, KAI: Sopir Tidak Indahkan Peringatan

Bus Tertabrak KA Rajabasa, KAI: Sopir Tidak Indahkan Peringatan

Whats New
Terus Bikin Rekor, Harga Emas Antam Naik Rp 37.000 dalam Sepekan

Terus Bikin Rekor, Harga Emas Antam Naik Rp 37.000 dalam Sepekan

Whats New
Mengenal Mata Uang Argentina dan Nilai Tukar ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Argentina dan Nilai Tukar ke Rupiah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com