RUPSLB 3 BUMN Setuju, Inalum Resmi Pimpin Holding BUMN Tambang

Kompas.com - 29/11/2017, 18:33 WIB
Konfrensi pers holding pertambangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/11/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOKonfrensi pers holding pertambangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/11/2017).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertambangan resmi terbentuk pada hari ini Rabu (29/11/2017).

Pembentukan holding tambang tersebut setelah mendapatkan persetujuan dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dari tiga perusahaan BUMN, yakni PT Aneka Tambang TBK, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.

"Hari ini kami mengumumkan holding pertambangan sudah resmi terbentuk," ujar Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin saat konfrensi pers holding pertambangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Adapun, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan menjadi induk perusahaan (holding) BUMN pertambangan, sementara PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk, akan menjadi anak perusahaan atau anggota holding.

Baca juga: Rini Teken Pengalihan Saham 3 BUMN, Holding BUMN Tambang Resmi Berdiri

"Sekarang kami berempat sudah jadi saudara, mau bertekad bekerja sama. Mudah-mudahan bisa menjalankan amanah menjadikan industri pertambangan Indonesia setara dengan perusahaan pertambangan besar di dunia," papar Budi.

Adapun, pembentukan holding BUMN pertambangan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta eifisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan.

Dalam jangka pendek, holding baru ini akan segera melakukan aksi korporasi, di antaranya pembangunan pabrik smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas 2 juta ton per tahun.

Kemudian, pembangunan pabrik feronikel di Buli, Halmahera Timur, dengan kapasitas 13.500 ton nikel per tahun, dan pembangunan PLTU di lokasi pabrik hilirisasi bahan tambang sampai dengan 1.000 Mega Watt (MW).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.