Kompas.com - 08/12/2017, 22:23 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 165 Tahun 2017 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Senin (27/11/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 165 Tahun 2017 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Senin (27/11/2017).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan proyek kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek bebas dari korupsi. 

Mantan Direktur Pelaksana World Bank ini akan terus memantau proses semua transaksi yang ada dalam proyek tersebut. 

"Kita tekankan proyek ini (LRT) enggak ada korupsi. Kami dari Kemenkeu juga akan memastikan kesehatan keuangan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk serta pihak-pihak dalam melakukan kewajiban pengembalian," ujar dia di Kantor Kementerian Koordinator Maritim Jakarta, Jumat (8/12/2017). 

Sri Mulyani menuturkan, total nilai proyek LRT Jabodebek sebesar Rp 29,9 triliun. Menurut dia, pembiayaan proyek dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 25,7 triliun. Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk membiayai proyek sebesar Rp 4,2 triliun.

Baca juga : Total Proyek LRT Disepakati Rp 29,9 Triliun

"PT Adhi Karya telah mendapatkan PMN (Penanaman Modal Negara) sebesar Rp 1,4 triliun, PT KAI dalam hal ini mendapatkan juga PMN termasuk yang ada di dalam UU APBN 2018, total jumlahnya adalah Rp 7,6 triliun," katanya.

"Dalam hal ini KAI akan meminjam Rp 18,1 triliun, sehingga dia (KAI) memiliki Rp 25,7 triliun dalam jangka waktu pinjaman 17 tahun," sebut dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proses transaksi dalam proyek LRT Jabodebek akan diselenggarakan secara transparan. Salah satunya, pada pembelian sarana kereta LRT. 

"Kita mau pengadaan kereta transparan. Kita enggak mau hanya beli barang saja enggak gak jelas. Ini juga nanti kembangkan itu dan pada proyek selanjutnya bisa digunakan," ucap dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.