Perhatikan Hal Ini jika Membeli Barang Diskon

Kompas.com - 11/12/2017, 10:03 WIB
Suasana gelaran Jakarta Great Sale 2017, Minggu (18/6/2017) malam. Ajang JGS dimanfaatkan para pembeli yang hendak membeli barang dengan diskon hingga 70 persen. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana gelaran Jakarta Great Sale 2017, Minggu (18/6/2017) malam. Ajang JGS dimanfaatkan para pembeli yang hendak membeli barang dengan diskon hingga 70 persen.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia  mengimbau konsumen berhati-hati saat membeli barang yang didiskon menjelang akhir tahun. Diskon yang diberikan di pengujung tahun ini marak karena pelaku usaha sedang melakukan "cuci gudang" sebelum barang baru masuk sebagai stok untuk tahun depan.

"Diimbau konsumen mewaspadai produk yang sudah tak layak konsumsi, khususnya produk yang mendekati kedaluwarsa atau bahkan produk yang sudah kedaluwarsa," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (11/12/2017).

Selain produk yang untuk dikonsumsi, Tulus juga berpesan konsumen berhati-hati saat membeli produk fesyen diskonan. Hal itu disebabkan banyak retailer sebelum memberi diskon justru menaikkan harga produk fesyen sehingga sama saja dengan menipu konsumen dan harganya jadi jauh lebih tinggi daripada harga normal.

"YLKI sering menemukan harga fesyen yang dinaikkan lebih dulu, misalnya dinaikkan harganya 100 persen,  kemudian diberikan diskon 50 persen. Padahal, ini tindakan yang melanggar regulasi, bahkan bisa dipidana," katanya.

Baca juga: Panitia Jamin Harbolnas Tahun Ini Tak Ada Diskon Palsu

YLKI mendorong agar pihak terkait terus mengawasi agar hal-hal tersebut tidak terjadi. Terhadap produk pangan dan obat-obatan, YLKI meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan setempat terus meningkatkan pengawasan dan operasi pasar serta Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perdagangan di daerah mengantisipasi harga produk fesyen yang tidak wajar.

"YLKI juga meminta Polri melakukan penegakan hukum terhadap kedua hal ini jika ditemukan indikasi ataupun bukti yang kuat," ujar Tulus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X