Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejar Target Pajak, Sri Mulyani Sebut Tak Seperti Berburu di Kebun Binatang

Kompas.com - 09/01/2018, 06:07 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam mengejar target penerimaan perpajakan di tahun 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya tidak akan seperti berburu di dalam kebun binatang.

Pada tahun 2018 ini, pemerintah telah mematok target pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 20 persen dari realisasi 2017 sebesar Rp 1.147 triliun menjadi Rp 1.424 triliun.

"Jelas tidak berburu di kebun binatang," tegas Sri Mulyani usai dialog terkait kebijakan makro fiskal tahun 2018 bersama pengusaha di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Dia bilang, pemerintah tetap menjalankan kebijakan-kebijakan sektor fiskal yang dapat mendorong perekonomian nasional dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak elegan kepada pelaku usaha terutama soal pajak.

Baca juga : Sepi Peminat, Sri Mulyani Evaluasi Kebijakan Insentif Fiskal

"Penerimaan perpajakan dan target dari belanja akan dibuat sedemikian, itu bisa menjadi pendorong ekonomi bukan menjadi penghalang," kata Ani sapaan akrab Sri Mulyani.

Menkeu juga menampik jika target pajak tahun 2018 yang dipatok oleh pemerintah akan menimbulkan kecemasan dari pelaku usaha.

"Saya minta Pak Heru (Dirjen Bea Cukai), Pak Robert (Dirjen Pajak) untuk layani masyarakat, dunia usaha dengan baik ya, kalau yang besar, kalau diganggu telepon saya ya. Kami tidak akan mengejar-ngejar tanpa basis, jadi tidak perlu merasa ngeri," sebutnya.

Selain itu, Kementerian keuangan juga akan melakukan upaya lainnya yakni dengan membenahi dan mengawasi secara ketat terkait kinerja pegawai pajak dalam memanggil dan memeriksa wajib pajak.

"Kalau setelah dicek harus bayar pajak, ya bayar saja. Tapi saya larang tim pajak mengada-ada dengan sekadar nyari angka dari langit. Itu jangan sampai terjadi," ucap dia

Penerimaan pajak 2018 dinilai memiliki target yang fantastis dengan kenaikan 20 persen dibandingkan tahun 2017.

Salah satu pengusaha yakni Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus Welirang mengatakan, target pajak pada tahun ini cukup tinggi dan menimbulkan kecemasan di kalangan pelaku usaha.

"Pertumbuhan penerimaan pajak 20 persen cukup tinggi, ngeri juga ya lihat 20 persen. Pasti ini ada ekspansi tax," ujar Franciscus Welirang.

Kompas TV Dirjen Pajak Ken Diwgugia Setiadi akan memasuki usia ensiun.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Whats New
Damri Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

Damri Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

Whats New
Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Whats New
Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen Meski Catatkan Laba Bersih di 2023

Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen Meski Catatkan Laba Bersih di 2023

Whats New
Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Whats New
Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Whats New
Usai Rilis Logo Baru, Wamen BUMN Kasih Tugas Ini ke Bulog

Usai Rilis Logo Baru, Wamen BUMN Kasih Tugas Ini ke Bulog

Whats New
Anak Usaha Semen Indonesia Alokasikan Separuh Area Pabrik sebagai Hutan Kota

Anak Usaha Semen Indonesia Alokasikan Separuh Area Pabrik sebagai Hutan Kota

Whats New
Sasar Pasar Global, Industri Obat Berbahan Alam di Indonesia Perlu Ditingkatkan Pengembangannya

Sasar Pasar Global, Industri Obat Berbahan Alam di Indonesia Perlu Ditingkatkan Pengembangannya

Whats New
Peruri Punya Logo Baru, Siap Jalani Tugas sebagai 'GovTech' Indonesia

Peruri Punya Logo Baru, Siap Jalani Tugas sebagai "GovTech" Indonesia

Whats New
BUMN Didorong Terapkan Praktik BJR, Seberapa Penting?

BUMN Didorong Terapkan Praktik BJR, Seberapa Penting?

Whats New
Harga Emas Terbaru 23 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 23 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Pemerintah Akan Ambil Alih Lahan Tambang PT Timah yang Dikelola Penambang Liar

Pemerintah Akan Ambil Alih Lahan Tambang PT Timah yang Dikelola Penambang Liar

Whats New
Harga Bahan Pokok Kamis 23 Mei 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 23 Mei 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Kamis 23 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Kamis 23 Mei 2024

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com