Sepanjang 2017, Penyaluran Dana Bergulir Capai Rp 793 Miliar

Kompas.com - 10/01/2018, 19:30 WIB
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Braman Setyo (tengah) di Kementerian Koperasi dan UKM, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Braman Setyo (tengah) di Kementerian Koperasi dan UKM, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1/2018).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyaluran dana bergulir melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) mencapai Rp 793,9 miliar atau 79,40 persen dari target yang dicanangkan pada 2017 lalu sebesar Rp 1 triliun.

"LPDB ini sejak tahun 2006 sampai dgn 2017 sudah mengakumulasi perputaran dana bergulir ini telah mencapai Rp 8,4 triliun," ujar Direktur Utama LPDB Braman Setyo di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Braman mengatakan, dari tahun 2006 sampai 2017 pihaknya telah menyalurkan dana bergulir kepada 1 juta pelaku usaha mikro dan kecil.

Berdasarkan sebaran pelaku usaha mikro dan kecil yang kami layani saat ini sebesar 51,1 persen sektor usaha perdagangan, 27,5 persen sektor usaha pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, 10,2 persen sektor usaha jasa, 4,0 persen usaha industri pengolahan, dan 2,5 persen sektor usaha bangunan.

Baca juga : Mengajukan KUR di Bank Artha Graha Tidak Susah, Begini Caranya

"Dan sisanya sektor usaha pertambangan, listrik, gas, air bersih, pengangkutan, dan keuangan," kata Braman.

Sedangkan dari sisi pendapatan, sepanjang 2017 lalu LPDB mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 200 miliar atau sebesar 122,74 persen dari target yang dicanangkan sebesar Rp 163 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pendapatan terbesar diperoleh dari pendapatan dari pendapatan jasa layanan dana bergulir sebesar Rp 128,79 miliar atau 64,14 persen, pendapatan jasa layanan perbankan Rp 71,92 miliar atau 35,82 persen, dan sisanya pendapatan lain sebesar Rp 93 juta atau 0,05 persen," jelasnya.

Baca juga : Kementerian Koperasi dan UKM Siap Bekerja Sama soal OK OCE

Kompas TV Ratusan warga di Ponorogo kembali menjadi korban penipuan koperasi bodong.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.