Tahun Politik, IPO di Bursa Efek Indonesia Diprediksi Tetap Ramai - Kompas.com

Tahun Politik, IPO di Bursa Efek Indonesia Diprediksi Tetap Ramai

Kompas.com - 17/01/2018, 21:37 WIB
Pengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski tahun politik, pasar initial public offering ( IPO) tahun 2018 ini dinilai akan lebih baik dibanding tahun 2013 lalu. Tingginya gairah investasi dari investor lokal serta fundamental perekonomian yang semakin kuat jadi alasannya.

Direktur Utama Bahana Pembinaan Usaha Marciano Herman optimistis terhadap pasar IPO tahun ini. Meski ia tak memungkiri sentimen politik dapat mempengaruhi pasar IPO tahun 2018 ini, fundamental perekonomian Indonesia di tahun ini sudah lebih kuat dibanding tahun 2013 lalu.

Hal ini membuat pasar modal, termasuk juga pasar IPO, bisa terus membaik di tahun ini.

"Selain itu, dari sisi permintaannya juga berbeda karena saat ini investor dalam negeri terlihat semakin tertarik untuk masuk ke pasar modal. Ini terlihat dari bagaimana indeks harga saham gabungan ( IHSG) terus tumbuh meskipun asing menarik dananya hingga Rp 40 triliun tahun lalu," kata dia di Jakarta, Rabu (17/1/2017).

Baca juga: Akan IPO, Xiaomi pilih Morgan Stanley dan Goldman

Adapun, 10 anak usaha BUMN yang akan go public tahun ini berasal dari empat sektor. Keempat sektor tersebut ialah sektor perbankan, sektor asuransi, sektor infrastruktur, dan sektor properti. Sektor-sektor tersebut pun diperkirakan bakal terus berkembang di tahun 2018 ini.

Sektor perbankan, misalnya, akan terus berkembang di tahun 2018 ini seiring dengan kenaikan harga batubara sejak 2018 lalu. Tingkat kredit macet alias non-performing loan (NPL) semakin berkurang berkat perbaikan di sektor tambang yang jadi penyumbang besar NPL perbankan.

Meningkatnya populasi dan pendapatan masyarakat dianggap bisa meningkatkan kinerja sektor asuransi tahun ini. Hal ini berpotensi membuat bisnis anak usaha Pertamina di sektor asuransi yang akan IPO tahun ini, PT Tugu Pratama Indonesia, bisa semakin baik di 2018,

Berbagai program pemerintah di sektor infrastruktur seperti pembangunan tol, proyek listrik 35.000 MW, dan tol laut mendukung sektor infrastruktur. "Sehingga, IPO anak usaha BUMN yang bergerak di sektor ini jadi semakin menarik," papar Marciano.

Meski banyak yang skeptis terhadap sektor properti di tahun 2018, Marciano tetap optimis sektor ini bisa makin moncer di tahun ini. Program satu juta rumah dari pemerintah serta mulai stabilnya pasar properti di tahun 2017 lalu dianggap bisa menjadikan sektor ini semakin menarik. (Kontan/Riska Rahman)

Berita ini sudah tayang di Kontan dengan judul IPO 10 emiten BUMN diprediksi menyedot perhatian investor di tahun ini


EditorErlangga Djumena
Sumber
Komentar
Close Ads X