BKPM: Pengembangan Pariwisata Bisa Dorong Realisasi Investasi

Kompas.com - 30/01/2018, 20:30 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong usai konferensi pers di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Senin (30/10/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong usai konferensi pers di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Senin (30/10/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Lembong menyatakan, program pemerintah sangat penting untuk mendorong peningkatan realisasi investasi. Salah satunya adalah dari sektor pariwisata.

"Beberapa program pemerintah menjadi semakin penting. Tentunya pertama adalah pengembangan 10 Bali baru," kata Thomas dalam konferensi pers di Kantor Pusat BKPM, Selasa (30/1/2018).

Thomas mengungkapkan, pengembangan 10 destinasi pariwisata tersebut dapat pula mendorong investasi di luar Jawa. Sebab, 8 dari 10 lokasi Bali baru tersebut berlokasi di luar Pulau Jawa.

Baca juga : Dampak Keterbatasan Bandara, Potensi Pariwisata di Yogyakarta Hilang 50 Persen

Di samping itu, investasi di sektor pariwisata juga cenderung lebih cepat rampung dibandingkan sektor lainnya. Thomas memberi contoh, membangun pabrik bisa memakan waktu 3-5 tahun, sementara membangun hotel bisa rampung dalam 1-2 tahun.

Lapangan kerja pun terserap sangat banyak. Pasalnya, sektor pariwisata merupakan sektor padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti hotel, restoran, industri makanan dan minuman, kafe, transportasi, hingga hiburan.

"Itu merupakan pekerjaan berkualitas tinggi dengan penghasilan sangat baik," tutur Thomas.

Pun sektor pariwisata menghasilkan devisa yang besar bagi negara. Dengan demikian, BKPM sangat mendorong pengembangan 10 Bali baru, yang prioritasnya di luar pulau Jawa.

Baca juga : Pekerjaan Rumah Sektor Pariwisata dan Urgensi UU KEK Pariwisata

Sekedar informasi, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang tahun 2017 mencapai Rp 692,8 triliun. Angka ini tumbuh 16,4 persen dan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun.

Realisasi tersebut memberi harapan dan optimisme untuk dapat mencapai target realisasi investasi tahun 2018. Tahun ini, realisasi investasi ditargetkan sebesar Rp 765 triliun.

Kompas TV Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di Wisma Werdhapura Sanur Denpasar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X