Menhub: Pesawat Ukuran Kecil Jangan Terbang ke Bali saat IMF Meeting - Kompas.com

Menhub: Pesawat Ukuran Kecil Jangan Terbang ke Bali saat IMF Meeting

Kompas.com - 03/02/2018, 21:38 WIB
Berbagai maskapai terparkir di Bandara Ngurah Rai Bali, Senin (25/9/2017)KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Berbagai maskapai terparkir di Bandara Ngurah Rai Bali, Senin (25/9/2017)

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta supaya pesawat kecil tidak terbang ke Bali menjelang perhelatan IMF and World Bank Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali, Oktober mendatang.

Hal ini dikarenakan Bandara I Gusti Ngurah Rai akan banyak kedatangan pesawat sehingga penerbangan komersial berbadan lebar atau wide body.

"Saya instruksikan semua penerbangan dalam negeri dimungkinkan dilakukan dengan wide body, sehingga ruang-ruang itu bisa dipakai. Kalau pesawat-pesawat kecil mungkin jangan ke Bali dulu, gunakan pesawat lebih besar," kata Budi di kantor AirNav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (3/2/2018).

Budi Karya menjelaskan, menjelang acara IMF-World Bank  juga akan dilakukan improvement di Bandara Ngurah Rai dengan meningkatkan movement atau pergerakan pesawat, dari 28 take off/landing per jam menjadi 35 take off/landing per jam.

Adapun pada hari acara IMF-World Bank berlangsung, diperkirakan akan ada tambahan 100 movement pesawat per hari.

"Dari perhitungan kami, ada ruang sampai 300 movement jadi sebenarnya enggak ada masalah mengenai movement itu sendiri," tutur Budi.

Dia juga akan meminta PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara di Bali untuk menambah parking stand yang dipakai juga untuk pesawat menginap.

Selain itu, sejumlah bandara di sekitar Bali akan digunakan untuk menunjang kegiatan IMF-World Bank, di antaranya di Lombok, Banyuwangi, Surabaya, Semarang, Solo, Makassar, dan Banjarmasin.

"Bandara-bandara itu akan kami gunakan, yang penerbangannya kira-kira satu jam maksimal ke Bali," ujar Budi.

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah gelaran IMF-World Bank Annual Meetings pada 8-14 Oktober 2018 mendatang. Acara itu akan menjadi momen promosi bisnis hingga pariwisata kepada tamu delegasi yang jumlahnya ditaksir lebih dari 15.000 orang, di antaranya para menteri keuangan, gubernur bank sentral, bankir, hingga CEO dari seluruh dunia.


EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X