BI: Defisit Neraca Perdagangan Karena Peningkatan Produksi dan Investasi

Kompas.com - 16/02/2018, 13:37 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal beberapa waktu lalu. TRIBUNNEWS / HERUDINSuasana aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2018 tercatat defisit sebesar 0,68 dollar AS. Hal ini disebabkan penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas yang lebih besar ketimbang penurunan neraca perdagangan migas.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman menuturkan, bank sentral memandang defisit neraca perdagangan tak lepas dari peningkatan kegiatan produksi dan investasi. Ini sejalan dengan membaiknya prospek perekonomian domestik dan pengaruh kenaikan harga impor.

"Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan membaik, seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia dan harga komoditas global tetap tinggi," ujar Agusman dalam keterangan resmi, Jumat (16/2/2018).

Perkembangan tersebut, imbuh Agusman, akan mendukung perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja transaksi berjalan.

Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Januari 2018 tercatat 0,18 miliar dollar AS, lebih rendah dibandingkan surplus bulan sebelumnya yang mencapai 0,83 miliar dollar AS.

Lebih rendahnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi peningkatan impor nonmigas sebesar 0,46 miliar dollar AS secara bulanan (mtm) yang disertai penurunan ekspor nonmigas sebesar 0,19 miliar dollar AS (mtm).

Peningkatan impor nonmigas terutama bersumber dari kenaikan impor mesin dan pesawat listrik, plastik dan barang dari plastik, kendaraan dan bagiannya, bahan kimia organik, serta senjata dan amunisi.

Sementara itu, penurunan ekspor nonmigas terutama disebabkan turunnya ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati, besi dan baja, timah, bijih, kerak, dan abu logam, serta nikel.

Adapun defisit neraca perdagangan migas menurun seiring penurunan impor yang lebih besar dibandingkan penurunan ekspor. Defisit neraca perdagangan migas turun dari 1,05 miliar dollar AS pada Desember 2017 menjadi 0,86 miliar dollar AS pada Januari 2018.

"Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi turunnya impor migas sebesar 0,42 miliar dollar AS (mtm) yang terjadi baik pada impor minyak mentah, hasil minyak, maupun gas. Sementara itu pada periode yang sama, ekspor migas juga tercatat turun sebesar 0,22 miliar dollar AS (mtm)," ujar Agusman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X