Peserta Pertemuan Tahunan IMF Mulai Kesulitan Cari Tiket Menuju Bali

Kompas.com - 26/02/2018, 19:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Dirjen Anggaran Askolani (kiri) dan Dirjen Perbendaharaan Marwanto saat menggelar konferensi pers di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Dirjen Anggaran Askolani (kiri) dan Dirjen Perbendaharaan Marwanto saat menggelar konferensi pers di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan Tahunan atau Annual Meetings 2018 International Monetary Fund ( IMF) dan Kelompok Bank Dunia akan diselenggarakan di Nusa Dua Bali, pada bulan Oktober 2018 mendatang.

Berbagai persiapan tengah dimatangkan oleh pemerintah Indonesia maupun pihak IMF dalam menggelar acara besar tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Direktur Pelaksana atau Managing Director IMF Christine Lagarde juga membahas persiapan acara tersebut.

"Dari IMF sudah disampaikan keputusan bahwa IMF annual meeting tahun ini dilakukan di Bali. Itu sudah confirm sehingga mulai saat ini sudah mulai terjadi booking dari berbagai macam penerbangan ke Bali untuk bulan Oktober," ungkapnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Baca juga : Dituding ICW Tidak Transparan, Ini Respons Sri Mulyani

Sri Mulyani menambahkan, untuk saat ini ketersediaan tiket penerbangan menuju Bali pada bulan Oktober mendatang sudah banyak dipesan, dan beberapa peserta pertemuan tersebut kesulitan mendapatkan tiket penerbangan maupun hotel.

"Tadi sudah dibahas mengenai bahwa penerbangan itu sudah fully book dan sekarang masih banyak sekali yang ingin datang, mereka sekarang kesulitan mendapatkan flight in (datang) dan out-nya (pulang). In-nya sekitar seminggu sebelumnya dan out-nya sekitar sesudahnya," papar Sri Mulyani.

Selain membahas mengenai ketersediaan tiket penerbangan dan hotel, pemerintah juga membahas mengenai kemungkinan erupsi Gunung Agung.

"Kamk bicara kalau seandainya terjadi letusan Gunung Agung apa yang akan dilakukan. Jadi sudah sampai ke hal yang sifatnya detail," kata Menkeu.

Baca juga : Ada Pertemuan IMF-Bank Dunia, Indonesia Siapkan 6 Destinasi Wisata di Luar Bali

Kesiapan Infrastruktur

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengungkapkan, jelang pertemuan IMF pemerintah juga membahas mengenai kesiapan infrastruktur pendukung seperti koneksi internet, sambungan WiFi, hingga perencanaan evakuasi jika terjadi erupsi gunung Agung.

"Pada umumnya berbagai hal yang masih kurang, terus kami kerjakan terkait dengan evakuasi plan, masalah broadband, WiFi, Teknologi Informasi (IT), dan berbagai fasilitas untuk mempermudah delegasi," ungkapnya.

Kompas TV Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,35 di 2018


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X