Bermitra dengan Peternak, Frisian Flag Dapat Jaminan Bahan Baku Susu

Kompas.com - 28/02/2018, 19:33 WIB
Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro memberi sambutan saat penutupan program Farmer2Farmer 2018 di KUTT Suka Makmur, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (28/2/2018). Pelatihan yang telah menjangkau hampir 1000 peternak sapi perah ini memasuki area cakupan baru  di Blitar dan Tulungagung. KRISTIANTO PURNOMOCorporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro memberi sambutan saat penutupan program Farmer2Farmer 2018 di KUTT Suka Makmur, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (28/2/2018). Pelatihan yang telah menjangkau hampir 1000 peternak sapi perah ini memasuki area cakupan baru di Blitar dan Tulungagung.

PASURUAN, KOMPAS.com - PT Frisian Flag Indonesia menilai, program kemitraan dengan peternak susu perah menguntungkan kedua belah pihak. 

Pasalnya, dengan kemitraan tersebut, industri pengolahan susu (IPS) dapat jaminan pasokan bahan baku susu dari peternak. Sementara, dari pihak peternak sapi perah juga mendapatkan jaminan pembelian dari industri pengolah susu.

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F mengatakan, pihaknya mempunyai program kemitraan Farmer2Farmer (F2F). Program ini sudah digelar sejak tahun 2013 di beberapa daerah seperti Pengalengan, Lembang, Pasuruan, Blitar dan Tulungagung.

"Jadi manfaat kemitraan memastikan suplai susu segar dalam negeri ke pabrik kami, dengan kualitas yang kami inginkan," kata dia di KUTT Suka Makmur, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (28/2/2018). 

Baca juga: Pemerintah Sosialisasikan Aturan Baru Penyediaan dan Peredaran Susu

Andrew menyebutkan, program tersebut juga untuk meningkatkan produksi susu sapi segar lokal. Caranya lanjut dia, dengan memberikan pelatihan dan pedampingan tentang bagaimana tata cara menerapkan praktik peternakan sapi perah yang baik. 

Mulai dari, perbaikan kandang sapi hingga bagaimana cara pemberian pakan sapi.

Dalam pelatihan tersebut, Andrew mendatangkan peternak dari Belanda yang sebelumnya telah sukses menjadi peternak sapi perah.

"Jadi dalam F2F, peternak dari Belanda akan berbagi pengetahuan ke peternak lokal," tutur dia. 

Andrew mengungkapkan, saat ini pihaknya mendapatkan pasokan bahan baku susu lokal hanya 20 persen dari kebutuhan. Sementara sisanya harus impor. 

"Ini 80 persen bukan karena ingin dapet kualitas lebih dari luar, tetapi karena pasokan susu lokal sudah terserap habis untuk industri. Makanya kita hanya dapat suplai 20 persen," ucap dia. 

Sekadar informasi, aturan kemitraan industri pengolahan tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 tentang peredaran susu. 

Dalam pedoman teknis peraturan tersebut diatur bebagai pola kemitraan yang bisa dilakukan oleh industri pengolah susu dengan peternak sapi perah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.