Kompas.com - 08/03/2018, 18:04 WIB
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin memantau Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta usai melaksanakan sahur on the road pada Jumat (23/6/2017) dini hari. Puncak arus mudik Lebaran 2017 diprediksi jatuh pada hari ini. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin memantau Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta usai melaksanakan sahur on the road pada Jumat (23/6/2017) dini hari. Puncak arus mudik Lebaran 2017 diprediksi jatuh pada hari ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) dan Obligasi I/2016 meraih rating AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dengan prospek untuk perusahaan stabil. Rating ini, berlaku selama setahun sejak 1 Maret 2018 hingga 1 Maret 2019.

Rating idAAA merupakan rating tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO dengan melihat kemampuan perseroan untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Peringkat tersebut juga mencerminkan dukungan pemerintah kepada Angkasa Pura II yang memiliki bisnis bandara yang strategis. Hal ini membuat marjin profitabilitas lebih stabil.

Meskipun demikian, peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan tinggi yang diharapkan mendukung ekspansi bisnis.

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menuturkan bahwa peringkat dari Pefindo menunjukkan bahwa Angkasa Pura II memiliki fundamental yang kuat dan obligasi yang diterbitkan dapat dipercaya investor.

“Rating AAA dan stabil menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan perseroan memiliki prospek yang bagus hal ini tampak dari laporan keuangan audited perusahaan pada akhir 2017 lalu,” jelas Awaluddin dalam keterangan resminya, Kamis (8/3/2018).

Pada laporan keuangan per 31 Desember 2017 yang telah diaudit tercatat pendapatan AP II mencapai Rp 8,1 triliun atau meningkat sekitar 18 persen jika dibandingkan dengan pendapatan 2016 sebesar Rp 6,6 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun laba usaha perusahaan tercatat sebesar Rp 2,7 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 29 persen dari laba usaha 2016 sebesar Rp 2,1 triliun.

“Pencapaian ini menunjukkan kerja keras insan Angkasa Pura II yang telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan melalui inovasi yang diciptakan dan digitalisasi airport yang diterapkan di bandara-bandaranya,” terang Awaluddin.

Lebih lanjut, kata Awaluddin, Angkasa Pura II harus bekerja keras mempertahankan peringkat yang sudah diraih ini. Peringkat ini bisa diturunkan jika PEFINDO melihat pengurangan dukungan pemerintah, seperti melalui divestasi material kepemilikan pemerintah serta adanya utang yang lebih dari yang diproyeksikan atau investasi baru yang tidak berjalan dengan baik.

Tahun ini, PT Angkasa Pura II mencanangkan tiga program utama yaitu Accelerated Revenue Growth untuk mengakselerasi target pertumbuhan pendapatan  double digit yaitu mencapai lebih dari mencapai Rp 9,7 triliun.

Kemudian program On Becoming 1 Million Aircraft Movements dan Implementasi Airport Digital Journey Experience di seluruh bandara AP II.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.