Susi Siapkan Papua Barat untuk Ekspor Produk Perikanan dan Kelautan

Kompas.com - 19/03/2018, 12:38 WIB
Ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan nelayan yang berada di mobil milik salah satu perusahaan cold storage, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2015) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAIkan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan nelayan yang berada di mobil milik salah satu perusahaan cold storage, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan agar ekspor produk perikanan dan kelautan asal Indonesia bisa dilakukan dari wilayah timur, khususnya di Provinsi Papua Barat. Ekspor dari kawasan timur ini diperkirakan bisa menggenjot nilai ekspor produk perikanan asal Indonesia dan meningkatkan produksi ikan dalam negeri yang potensinya di wilayah timur sangat baik.

"Ekspor ikan dari hasil tangkapan nelayan tradisional tersebut akan mulai berjalan dalam waktu satu atau dua bulan ke depan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (19/3/2018).

Susi menjelaskan, dia sebelumnya sudah berbicara dengan Pelindo IV untuk teknis pelaksanaan ekspor ikan dari Papua Barat. Salah satu hal yang disiapkan adalah penyediaan cold storage terapung supaya ikan dari nelayan tradisional yang baru dibeli bisa langsung dimasukkan ke sana.

Selain itu, Susi juga berjanji untuk memberi bantuan bagi nelayan tradisional berupa alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Dia kembali mengingatkan agar jangan ada lagi nelayan tradisional yang melaut menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan, dalam rangka menjaga kelestarian biota laut.

Baca juga: Menteri Susi dan Pengusaha Perikanan Nasional Hadiri Pameran di AS

"Alat (tangkap) tersebut tidak hanya akan melestarikan lingkungan dan biota laut, namun bisa meningkatkan hasil tangkapan serta mensejahterakan para nelayan, khususnya di Papua Barat," tutur Susi.

Pihaknya juga akan terus menggencarkan larangan kapal asing beroperasi, terlebih kawasan timur Indonesia banyak yang berbatasan dengan wilayah perairan negara lain. Dengan upaya tersebut, terumbu karang di laut Papua juga diharapkan tetap terjaga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.