Inalum: Harga "Participating Interest" Rio Tinto di Freeport 3,3 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 22/03/2018, 17:38 WIB
Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017).  KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIDirektur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017). 

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indonesia Asahan Aluminium ( Inalum) membantah telah menawar sebesar 550 juta dollar AS untuk Participating Interest (PI) 40 persen Rio Tinto di Freeport Indonesia. Hingga saat ini, negosiasi masih berlangsung.

Mengutip Kontan.co.id, Kamis (22/3/2018) Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebagai pembeli, pihaknya akan menawarkan harga dengan semurah-murahnya, sebaliknya sebagai penjual yaitu Rio Tinto juga memberikan harga yang juga tinggi.

Dia menuturkan, harga valuasi PI 40 persen sudah bisa diketahui dari hasil analisa Deutsche Bank yang ditugaskan oleh Rio Tinto.

Harga participating interest 40 persen senilai US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 45,5 triliun dengan kurs saat ini. Hitungan ini, kata Budi juga mirip hitungan HSBC, Morgan Stanley juga sudah menghitung range harganya 40 persen PI Rio Tinto.

"Kami tengah melakukan negosiasi, kami tak bisa ngomong, tapi range harga sudah ada," ujar Budi. Budi masih enggan memberikan angka pasti harga participating interest yang diinginkan Inalum.

Budi juga masih menolak memberitahu pertemuan Inalum dengan Rio Tinto atas harga "Itu tidak bisa dibicarakan, tapi sudah tek-tok lah," ungkapnya.

Yang jelas, Inalum optimistis pembelian divestasi saham 51 persen Freeport Indonesia bisa diselesaikan April 2018 ini. Apalagi, klaim Budi, Freeport juga sudah sepakat mengubah hak PI Rio Tinto menjadi saham di Freeport.

Agar bisa menjadi mayoritas, pemerintah juga akan mengakuisisi saham Indocopper di Freeport 9,36 persen.

Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan pihak Freeport McMoRan (FCX) akan menyerahkan saham sisa saham 5 persen ke Inalum sebagai kewajiban divestasi. "Tapi harganya masih dinegosiasikan," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (21/3).

Riza memberikan gambaran, akhir 2017, Indonesia termasuk Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika dan Inalum setuju membentuk perusahaan untuk memperoleh kepemilikan proyek Grasberg.

Menurut Riza, para pihak terus merundingkan dokumentasi atas kesepakatan menyeluruh bagi perpanjangan operasi PTFI terkait waktu, proses, dan tata kelola divestasi.

Berita ini diambil dari Kontan.co.id dengan judul: Inalum: Harga PI Rio Tinto senilai US$ 3,3 miliar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X