Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong Pelaku Usaha ke Taiwan - Kompas.com

Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong Pelaku Usaha ke Taiwan

Kompas.com - 23/03/2018, 17:23 WIB
Ilustrasi pameranThinkstockphotos.com Ilustrasi pameran

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai sukses melakukan misi dagang ke Selandia Baru, Kementerian Perdagangan melanjutkan misi dagang ke Taiwan yang dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda dengan memboyong 79 pelaku usaha Indonesia.

Misi dagang ini berlangsung pada 22 hingga 25 Maret 2018 dalam rangkaian pameran Indonesian Week 2018.

Para pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor yang menjanjikan yaitu fashion dan aksesori, alas kaki, makanan dan minuman, kertas, industri properti, tekstil, kopi, teh, produk kelapa sawit, biodiesel, agen perjalanan, dan pekerja terampil.

“Kemendag terus menggencarkan misi dagang di berbagai kawasan untuk menggenjot ekspor dan mencapai target pertumbuhan ekspor sebesar 11 persen,” ungkap Arlinda melalui keterangan resmi, Jumat (23/3/2018).

Dalam melaksanakan misi daganh tersebut, Kemendag bersinergi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menyelenggarakan Indonesian Week 2018 di Taiwan World Trade Center, sebuah pusat perdagangan terbesar di Taiwan.

Adapun, gelaran Indonesian Week 2018, terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pameran produk, forum bisnis, business matching, forum konsultasi, pentas budaya, kompetisi kuliner, dan kompetisi peragaan busana batik.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan berbagai informasi dan memfasilitasi para pelaku usaha dari kedua pihak untuk bertemu dan mendapatkan mitra bisnis. Kegiatan ini juga merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan perdagangan, kerja sama, dan menciptakan iklim usaha yang saling menguntungkan bagi kedua pihak,” jelas Arlinda.

Pada forum bisnis tersebut, para pelaku usaha akan diberikan informasi mengenai hal-hal yang menyangkut kebijakan, peluang bisnis dan investasi, serta peluang kerja sama bagi kedua pihak.

“Pada kesempatan ini, Kemendag akan mempromosikan berbagai komoditas ekspor premium, seperti kopi, minyak sawit mentah, serta jasa,” imbuh Arlinda.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan antara Indonesia dengan Taiwan meningkat sebesar 14,21 persen dari tahun 2016 ke tahun 2017.

Indonesia mengalami surplus terhadap Taiwan di tahun 2017 sebesar 960 juta dollar AS dari total perdagangan 7,5 miliar dollar AS.

Produk ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke Taiwan antara lain batu bara, timah, tripleks, tembaga, karet, produk kertas, serta sotong dan cumi-cumi.



Close Ads X