Tips Efektif Berburu Rumah Idaman saat Pameran Properti - Kompas.com

Tips Efektif Berburu Rumah Idaman saat Pameran Properti

Kompas.com - 09/02/2018, 05:30 WIB
Sejumlah pengunjung memadati acara Indonesia Property Expo 2018 yang diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Sabtu (03/02/2018). Acara pameran properti yang diikuti ratusan pengembang ini memberikan berbagai macam promo dan potongan harga dari DP 0% hingga pemberian sertifikat tanah geratis, Acara ini berlangsung dari tanggal 3-11 Februari 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah pengunjung memadati acara Indonesia Property Expo 2018 yang diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Sabtu (03/02/2018). Acara pameran properti yang diikuti ratusan pengembang ini memberikan berbagai macam promo dan potongan harga dari DP 0% hingga pemberian sertifikat tanah geratis, Acara ini berlangsung dari tanggal 3-11 Februari 2018.

KOMPAS.com - Anda sedang mencari rumah untuk tempat tinggal bersama keluarga? Atau, mencari rumah yang akan menjadi investasi Anda? Mencari rumah idaman, apakah untuk ditinggali atau sebagai investasi pribadi, bukan hal mudah.

Langkah pertama Anda mungkin mencoba melakukan riset dengan berselancar di internet. Mendatangi situs jual beli properti, menghubungi agen properti, atau mencoba mendatangi langsung lokasi tempat properti incaran berada.

Membeli rumah memang menguras banyak waktu dan tenaga selain, tentu saja, memakan banyak uang. Maka itu, bila ada kesempatan mencari properti incaran dengan cara efektif, jangan Anda sia-siakan. Misalnya, dengan mendatangi pameran properti.

Setiap tahun biasanya ada pameran properti besar yang digelar oleh para developer, bank atau pemerintah. Waktu pagelarannya biasanya saat awal tahun seperti saat ini.

Pameran properti terdekat adalah, Indonesia Property Expo 2018 yang digelar 3-11 Februari 2018 ini, tepatnya di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta.

Namun, meski bisa dimanfaatkan menjadi ajang yang efektif untuk mencari properti idaman, tidak sedikit orang yang malah kebingungan berburu rumah di hajatan pameran properti seperti itu.

Tenang. Ada trik khusus supaya perburuan rumah atau properti idaman kala pameran properti bisa efektif. Simak trik dari HaloMoney.co.id ini.

1.Tentukan lokasi rumah

Sebelum mendatangi acara pameran, pastikan Anda sudah memiliki lokasi incaran. Soalnya, saat pameran properti apalagi yang terbilang besar, akan sangat banyak produk properti yang ditawarkan dengan lokasi beragam hingga seluruh Indonesia.

Jadi, dengan mengantongi lokasi incaran, paling tidak Anda bisa menghemat waktu untuk fokus hanya mencari penawaran properti di wilayah tersebut.

Misalnya, Anda menginginkan properti di wilayah Serpong, Anda bisa fokus hanya melihat penawaran properti di seputar kawasan tersebut.

Dus, saat ada penawaran properti dari Bekasi, misalnya, atau luar Jabodetabek, Anda tidak perlu terdistraksi.

2.Tentukan anggaran dan tipe rumah

Ini juga sangat penting. Rumah harganya mahal, semua orang menyadari hal itu. Jadi, supaya perburuan efektif, Anda perlu memastikan sejak berangkat dari rumah: berapa anggaran dan tipe rumah yang Anda butuhkan.

Misalnya, anggaran Anda maksimal Rp 1 miliar dengan luas tanah sekitar 100 meter persegi. Dengan begitu, saat para agen properti melambaikan flyer properti dengan harga di atas itu, Anda enggak perlu berbelok arah.

O, ya, tentukan juga sedari mula apakah Anda tidak keberatan bila rumah incaran ternyata masih inden?

Atau, Anda hanya mau membeli rumah yang sudah jadi? Biasanya, sih, rumah inden harganya bisa lebih murah ketimbang kelak saat sudah jadi. Cuma, pertimbangkan lagi sesuai kenyamanan dan kebutuhan Anda.

3.Tentukan cara pembelian

Hal ini juga penting. Ada banyak pilihan cara membeli properti yaitu beli tunai keras, beli tunai bertahap (beberapa pengembang biasanya memberikan pilihan tunai bertahap mulai 12 bulan sampai 60 bulan), membeli dengan fasilitas KPR, membeli dengan KPR dan cicilan uang muka, dan sebagainya.

Bila memakai KPR, Anda sudah bisa menghitung berapa kira-kira besar cicilan dengan budget yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Ada berbagai skema yang ditawarkan oleh para pengembang.

Misalnya, ada pengembang yang menetapkan DP besar, DP kecil, DP dengan cicilan bertahap, promo bunga karena ada kerjasama dengan bank tertentu, dan lain sebagainya.

4.Lihat reputasi pengembang

Pameran properti biasanya diiikuti oleh puluhan bahkan ratusan pengembang properti. Mulai pengembang kelas kakap hingga pengembang kelas teri.

Apabila Anda tidak bermasalah membeli rumah inden, boleh jadi memilih properti yang dikembangkan oleh developer besar akan lebih kecil risikonya.

Sebaliknya, Anda perlu menyadari risiko bila membeli rumah inden di pengembang yang masih kecil.

Supaya enggak perlu buang waktu untuk berkeliling tanpa tujuan, cermati saja daftar peserta pameran. Biasanya ada peta stan developer yang memudahkan Anda mendatangi dan melihat penawaran mereka.

5.Jangan pergi sendiri

Bila Anda sudah berkeluarga, akan lebih baik bila Anda mengajak pasangan untuk ikut ke pameran.

Membeli properti bukan seperti membeli wajan penggorengan. Anda akan perlu mata dan kepala lain untuk ikut memberikan pandangan dan pendapat.

Bila Anda masih lajang, ajaklah teman supaya Anda punya tempat bertukar pikiran terutama saat menghadapi rayuan para agen properti.

Ingat, membeli properti tidak boleh terburu-buru. Harus ditimbang matang agar tidak ada penyesalan.

6.Bawa berkas kelengkapan pengajuan

Apabila Anda sudah memutuskan hanya bisa membeli rumah dengan KPR, maka tidak ada salahnya Anda sekaligus menyiapkan berbagai berkas pelengkap pengajuan KPR.

Soalnya, biasanya banyak bank yang menggelar promo bunga murah saat pameran properti bila ada orang yang langsung bertransaksi saat itu juga.

Jadi, siapkan saja sekalian berkas pelengkap pengajuan KPR. Beberapa berkas yang biasa dipersyaratkan untuk pengajuan KPR. 

Berkasnya antara lain, KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah, Buku tabungan, NPWP, Slip Gaji. Bawa dokumen asli sekaligus fotokopinya.

7.Siapkan dana untuk booking fee

Terakhir, jangan lupa menyiapkan sejumlah dana untuk melakukan booking fee atau pemesanan properti incaran. Jadi, saat sudah menemukan properti sesuai kriteria, Anda bisa “menguncinya” dengan memberikan booking fee.

Booking fee dipatok beragam, mulai Rp 1 juta sampai Rp 10 juta juga ada. Tergantung pada jenis properti dan harganya. Uang pemesanan itu berisiko hangus bila ternyata Anda membatalkan pembelian.

Artikel ini merupakan konten kerja sama dengan HaloMoney.co.id, isi tulisan diluar tanggung jawab Kompas.com. 


Komentar
Close Ads X