"Fit and Proper Test" Gubernur BI, Perry Warjiyo Puji Kepemimpinan Agus Martowardojo

Kompas.com - 28/03/2018, 13:00 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (tengah) didampingi Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (kanan) dan Ronald Waas (kiri) di Jakarta, Kamis (19/5/2016). KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SetiawanGubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (tengah) didampingi Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (kanan) dan Ronald Waas (kiri) di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perry Warjiyo menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon Gubernur Bank Indonesia (BI) di hadapan Komisi XI DPR RI, Rabu (28/3/2018).

Perry yang saat ini merupakan Deputi Gubernur BI, akan menggantikan Agus DW Martowardojo yang berakhir masa jabatannya pada Mei 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Perry memuji kepemimpinan Agus yang menjabat Gubernur BI periode 2013-2018. Selama lima tahun kepemimpinannya, Perry memandang Agus telah melakukan transformasi yang besar.

"Saya mengagumi kepemimpinan beliau dengan leadership (kepemimpinan) yang kuat, telah melakukan banyak transformasi di BI sejak khususnya tahun 2014," jelas Perry.

Baca juga : Perry Warjiyo Fokus Genjot Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 6 Persen

Ia mengungkapkan, transformasi yang dilakukan Agus antara lain pembangunan bauran kebijakan BI, penguatan organisasi, penguatan sumber daya manusia (SDM) berbasis kinerja, serta penguatan tata kelola. Perry menyebut, secara keseluruhan telah banyak transformasi yang dilakukan Agus.

"Atas nama pribadi dan BI, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Bapak Agus DW Martowardojo yang sudah banyak melakukan transformasi di BI," tutur Perry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menuturkan, dengan amanah baru yang akan diembannya, ia akan melanjutkan transformasi tersebut ke tahap selanjutnya. Tentu saja transformasi itu dilakukan dengan landasan yang kuat.

Perry menyatakan, ia akan membawa BI sebagai bank sentral yang terpercaya, disegani, dan terbaik di antara negara-negara emerging markets (negara berkembang). Ini dilakukan dengan sejumlah transformasi.

Baca juga : Perry Warjiyo: Sejak 2015, Pemulihan Ekonomi Terus Berlangsung

"Transformasi yang ingin kami lakukan bagaimana penguatan organisasi dan proses kerja, strategi BI disinergikan, dan pendelegasian wewenang bisa lebih jelas dan proses lebih efisien," tutur Perry.

Perry pun mengungkapkan, sejalan dengan tuntutan terhadap BI yang semakin tinggi, maka diperlukan pemenuhan SDM profesional dan termotivasi kuat. Ia pun akan mendorong manajemen jalur karier dan perencanaan SDM.

"Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan program BI Institute, pendidikan formal master dan doktor terus dilakukan, kepemimpinan pegawai, penugasan yang lain, serta budaya kerja yang menumbuhkan diskusi, inovasi, dan riset," ungkap Perry.

Kompas TV India misalnya, menerapkan tarif impor CPO 40 persen, padahal tiga tahun lalu hanya 10 persen.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenius Bank BTPN Dukung Penangkapan Polisi terhadap Terduga Pelaku Kejahatan Perbankan

Jenius Bank BTPN Dukung Penangkapan Polisi terhadap Terduga Pelaku Kejahatan Perbankan

BrandzView
 Grace Period Adalah Masa Tenggang Pembayaran Utang, Apa Itu?

Grace Period Adalah Masa Tenggang Pembayaran Utang, Apa Itu?

Spend Smart
Tak Capai Target Vaksinasi, Bogor dan Tangerang Gagal Berstatus PPKM Level 2

Tak Capai Target Vaksinasi, Bogor dan Tangerang Gagal Berstatus PPKM Level 2

Whats New
PLN Jamin Pasokan Listrik Selama Penyelenggaraan Balapan di Mandalika

PLN Jamin Pasokan Listrik Selama Penyelenggaraan Balapan di Mandalika

Rilis
Banyak Kegiatan Abaikan Protokol Kesehatan, Pemerintah Mulai Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Banyak Kegiatan Abaikan Protokol Kesehatan, Pemerintah Mulai Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Whats New
Akhir Tahun, IHSG Berpeluang Berada di Level 6.900-an

Akhir Tahun, IHSG Berpeluang Berada di Level 6.900-an

Whats New
Restrukturisasi Kredit: Pengertian, Syarat, dan Contoh

Restrukturisasi Kredit: Pengertian, Syarat, dan Contoh

Spend Smart
Pupuk Kaltim Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Indonesia

Pupuk Kaltim Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Indonesia

Rilis
BI: Uang yang Rusak Bisa Ditukarkan

BI: Uang yang Rusak Bisa Ditukarkan

Whats New
Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Whats New
Pemerintah Akan Alihkan Dana Penanganan Covid-19 dari DAU dan DBH Untuk Program Lain

Pemerintah Akan Alihkan Dana Penanganan Covid-19 dari DAU dan DBH Untuk Program Lain

Whats New
 BEI: 26 Perusahaan Antre IPO, 16 di antaranya Beraset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 26 Perusahaan Antre IPO, 16 di antaranya Beraset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Tak Hanya Evergrande, Kian Banyak Pengembang Properti China Alami Gagal Bayar Utang

Tak Hanya Evergrande, Kian Banyak Pengembang Properti China Alami Gagal Bayar Utang

Whats New
Mau Dapat Suku Bunga Tabungan 9,5 Persen? Ini Syaratnya

Mau Dapat Suku Bunga Tabungan 9,5 Persen? Ini Syaratnya

Spend Smart
Penumpang KRL Diminta Cek KRL Access dan Hindari Jam Sibuk

Penumpang KRL Diminta Cek KRL Access dan Hindari Jam Sibuk

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.