Susi Larang Penangkapan Hiu dan Pari Manta

Kompas.com - 28/03/2018, 20:41 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menghadiri Beautyfest Asia 2018 di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2018). KOMPAS.com/Nabilla TashandraMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menghadiri Beautyfest Asia 2018 di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk menyampaikan larangan penangkapan hiu dan pari manta. Hal ini dilakukan guna menjaga kelestarian dua biota laut tersebut yang ekosistemnya hampir terancam punah beberapa tahun lalu.

"Ini harus diberi pemahaman, pari manta dan hiu itu pasti hidup di wilayah yang masih subur dan produktif. Jadi, kalau masih ada ikan besar-besar, itu berarti ikan lainnya masih ada. Jadi, pemdanya harus aktif, tolonglah jangan ambil pari manta dan hiu itu," kata Susi saat membuka Simposium Nasional ke-2 Hiu dan Pari pada Rabu (28/3/2018).

Susi menjelaskan, keberadaan kedua jenis ikan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa ekosistem laut di suatu kawasan dalam kondisi baik. Indonesia selama beberapa tahun sempat mengalami penurunan populasi hiu dan pari manta yang bersamaan dengan kebijakan memperbolehkan kapal ikan asing masuk di perairan Indonesia, tahun 2000-an lalu.

Dalam waktu dekat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pihak terkait akan menghimpun data populasi hiu dan pari manta. Bersamaan dengan pendataan, juga akan dilakukan aksi sebagai kampanye ke masyarakat agar turut serta melindungi hiu dan pari manta di laut Indonesia.

Baca juga: Bukan Ditenggelamkan, Ini Cara Baru Menteri Susi Hadapi Maling Ikan

"Baiknya setelah ini kita adakan aksi, datang kampanye ke restoran-restoran seafood untuk menyuarakan berhenti menjual hiu," tutur Susi.

Kondisi saat ini, sudah ada perbaikan populasi hiu dan pari manta di sejumlah wilayah perairan. Menurut Susi, keberadaan hiu dan pari manta semakin mudah diketahui setelah larangan kapal asing beroperasi gencar dilakukan.

Kompas TV Susi Pudjiastuti mengatakan kalau keprihatinan dia mengenai terumbu karang sekarang adalah untuk terus menjaga laut dari kapal asing yang merusak.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Whats New
Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Whats New
PASPI: Larangan Ekspor CPO Tak Efektif Membuat Harga Minyak Goreng Murah di Dalam Negeri

PASPI: Larangan Ekspor CPO Tak Efektif Membuat Harga Minyak Goreng Murah di Dalam Negeri

Whats New
Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah dengan Meterai

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah dengan Meterai

Whats New
Kurang dari 3 Bulan, Kilang Balikpapan Dua Kali Kebakaran

Kurang dari 3 Bulan, Kilang Balikpapan Dua Kali Kebakaran

Whats New
Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Whats New
Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.