Mendag: Izin Impor Daging Hanya Untuk yang Menjual Rp 80.000 per Kg

Kompas.com - 29/03/2018, 09:32 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat meresmikan Kemitraan Tradisional Warung dengan Hypermart dan Nobu Bank di Desa Giriroto, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (6/3/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat meresmikan Kemitraan Tradisional Warung dengan Hypermart dan Nobu Bank di Desa Giriroto, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (6/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan hanya akan memberikan izin impor daging pada pengusaha yang sanggup menjual dengan harga eceran Rp 80.000 per kilogram.

Keputusan tersebut merupakan salah satu langkah yang dia tempuh untuk mengendalikan harga daging menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri, beberapa bulan mendatang.

"Izin impor daging sapi beku (frozen meat) hanya akan diberikan kepada importir yang menyanggupi harga jual Rp 80 ribu/kg. Di luar itu kami tidak kasih izin," tegasnya saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Enggar menambahkan, jika tidak ada yang mau mengimpor dan menjual eceran dengan harga tersebut, maka sudah disiapkan alternatif lain. Dia akan meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya Badan Urusan Logistik (Bulog), untuk melakukan impor.

Baca juga : Kementan Tolak Perpanjangan Izin Impor Daging Kerbau India

"(Harga Rp 80.000 per Kg) itu tidak akan rugi. Saya yakin ada yang mau. Kalau tidak mau, Bulog yang jadi pedagang," ujar Enggar.

Kebutuhan Lebaran

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Pangan Strategis Juan Permata Adoe mengatakan bahwa saat ini kondisi stok sapi hidup diperkirakan masih mencukupi kebutuhan Lebaran mendatang.

Jumlah stok sapi hidup pada Mei dan Juni nanti, diprediksi pada 130.000 ekor. Selain itu Kadin juga tengah menyiapkan 90.000 ekor sapi hidup untuk kebutuhan pangan wilayah Jabodetabek. Khususnya menjelang puasa dan Lebaran.

Baca juga : Antisipasi Lonjakan Harga Daging saat Lebaran, Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India

"Kebutuhan Jakarta saat Lebaran rata-rata 40.000 sampai 60.000 ton. Dan itu bisa dipenuhi dari daging jenis apapun," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X