BPS: Dampak Kenaikan Harga Pertalite akan Terasa hingga April

Kompas.com - 02/04/2018, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memperkirakan dampak kenaikan harga pertalite terhadap inflasi bulanan masih akan terasa hingga bulan April 2018. Kenaikan harga pertalite dan beberapa jenis bahan bakar lain seperti pertamax serta pertamax turbo menjadi pendorong utama besaran inflasi Maret 2018 sebesar 0,20 persen.

"Kalau dilihat tanggal naiknya harga Pertalite 24 Maret, bisa dipastikan pada bulan ini Pertalite masih akan punya andil terhadap inflasi," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Dia merinci, pada bulan Februari 2018 terjadi kenaikan harga bahan bakar pertamax Rp 300 per liter serta pertamax turbo Rp 500 per liter. Sementara harga bahan bakar jenis pertalite mengalami kenaikan Rp 200 per liter di akhir Maret, sehingga berdasarkan penelitian BPS yang menghitung inflasi bulanan, kemungkinan besar pertalite masih turut andil pada inflasi April 2018.

"Bobot bensin di dalam penghitungan inflasi Maret 3,39 persen, lumayan besar. Andil bensin 0,04 persen. Bobot komposisi bensinnya, paling besar pertalite, kemudian premium, pertamax, dan pertamax turbo. Pertamax turbo masih kecil sekali," tutur Suhariyanto.

Baca juga: Dalam Tiga Bulan, Harga Pertalite Naik Dua Kali

Dari sejumlah jenis bahan bakar itu, porsi pertalite adalah yang paling besar dikonsumsi oleh masyarakat. Sehingga, kenaikan harga pertalite meskipun terjadi pada akhir bulan namun sangat signifikan menyumbang andil terhadap inflasi Maret.

Inflasi tahun kalender 2018, yakni Maret 2018 terhadap Desember 2017 tercatat sebesar 0,99 persen. Sementara inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,40 persen.

Secara umum, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi banyak disumbang dari sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yaitu sebesar 0,28 persen di mana andil terhadap inflasi Maret 2018 0,05 persen. Kelompok pengeluaran terbesar kedua adalah bahan makanan, yaitu 0,14 persen dengan andil terhadap inflasi Maret 2018 sebesar 0,05 persen.

Kelompok pengeluaran lain turut menyumbang andil inflasi namun tidak signifikan di antaranya dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; sandang; kesehatan; serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga.

Meski inflasi mencapai 0,20 persen untuk Maret 2018, Suhariyanto menilai masih terkendali. Hal itu bila dibandingkan dengan inflasi dari tahun ke tahun (year on year) pada Maret 2017 sebesar 3,61 persen.

Kompas TV Petugas dari Direktorat Metrologi Kemendag dan Unit Pengelola Metrologi DKI memeriksa SPBU yang berada di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Work Smart
Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Whats New
Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Whats New
Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Whats New
Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Whats New
ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

Whats New
Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Whats New
Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Whats New
Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Whats New
 Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Whats New
Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Whats New
Bapanas Sebut Beras Impor untuk Cadangan, Tidak Dikeluarkan secara Bebas

Bapanas Sebut Beras Impor untuk Cadangan, Tidak Dikeluarkan secara Bebas

Whats New
Talenta Digital Data Center RI Masih Minim, Padahal Potensi Industrinya Besar

Talenta Digital Data Center RI Masih Minim, Padahal Potensi Industrinya Besar

Whats New
Menko Airlangga Targetkan 65 Persen Pemda Terdigitalisasi di 2023

Menko Airlangga Targetkan 65 Persen Pemda Terdigitalisasi di 2023

Whats New
Bidik UMKM, Rey Insurtech Luncurkan Produk ReyForBusiness

Bidik UMKM, Rey Insurtech Luncurkan Produk ReyForBusiness

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.