Ekspansi Bisnis Selektif, Alfamart Hanya Akan Bangun 800 Gerai Baru Tahun Ini

Kompas.com - 02/04/2018, 15:59 WIB
CEO Standard Chartered Indonesia Rino Donosepoetro dan CEO Alfamart Hans Prawira menandatangani kerja sama modal solusi kerja terpadu di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (2/4/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOCEO Standard Chartered Indonesia Rino Donosepoetro dan CEO Alfamart Hans Prawira menandatangani kerja sama modal solusi kerja terpadu di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (2/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) berencana menambah ratusan gerai pada tahun ini. Gerai-gerai Alfamart tersebut akan dibangun di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa dan di Timur Indonesia.

CEO Alfamart Hans Prawira menjelaskan, total jumlah toko Alfamart hingga akhir Desember 2017 mencapai 13.477 unit dan akan bertambah pada 2018 ini.

"Tahun ini kami ada rencana membangun 800 toko baru. 150 franchise dan 650 itu toko regional. Jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 1.011 toko baru," ujar Hans kepada wartawan di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (2/4/2018).

Penurunan jumlah toko yang dibangun tahun ini tak terlepas dari keputusan perusahaan yang lebih selektif memilih area tempat berdirinya gerai Alfamart.

Menurut Hans, di beberapa daerah saat ini kondisinya sudah cukup padat. Perusahaan tidak ingin kanibalisasi terjadi seiring dengan pertambahan toko baru di beberapa daerah tersebut.

Baca juga : Standard Chartered Fasilitasi Pembayaran Dana Supplier Alfamart

"Kami akan lebih selektif dengan pertimbangan profit. Fokusnya 50 persen di Pulau Jawa dan 50 persen lainnya di luar Pulau Jawa. Wilayah Timur bagus dan kami sudah ada di Kalimantan, Sulawesi seperti Makassar dan Manado. Itu potensinya cukup besar," jelas Hans.

Potensi tersebut datang karena adanya peningkatan daya beli yang terjadi di wilayah Timur Indonesia. Selain itu, keberadaan beberapa distribution center (DC) di sana juga menjadi penyebab perusahaan bakal memperbanyak gerai Alfamart luar Pulau Jawa.

"Jadi kami akan terus membuka toko baru di luar Pulau Jawa, karena kami sudah punya Distribution Center-nya," kata dia. 

Dia menambahkan, Distribution center merupakan fixed cost buat perusahaan. Saat ini ada 32 DC milik Alfamart.

Baca juga : Pasarkan Uang Elektronik, Bank DKI Gandeng Alfamart

 

"Selain itu, tentunya DC yang masih under utilized ingin kami optimalkan sehingga bisa menghasilkan. Di luar Jawa itu kan relatif masih baru, jadi kami akan coba genjot investasi dan ekspansi di sana juga," pungkas Hans.

Sekadar informasi, Alfamart merupakan perusahaan ritel terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1999, saat ini Alfamart didukung dengan 13.477 jaringan toko di berbagai wilayah di Indonesia dan melibatkan lebih dari 400 pemasok berbagai macam produk.

Tercatat empat juta konsumen yang bertransaksi di gerai jaringan mini market ini setiap harinya.

Kompas TV Pemerintah menargetkan bisa memberlakukan cukai plastik kresek pada Juli 2018
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.