Soal Tambang Nikel di Konawe, ESDM Sebut Antam Sudah Menangkan Kasasi

Kompas.com - 06/04/2018, 15:43 WIB
Salah satu karyawan PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Bogor, Jawa Barat, sedang menyiapkan genteng hasil olahan Green Fine Aggregat (GFA), Selasa (27/12/2016). Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahSalah satu karyawan PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Bogor, Jawa Barat, sedang menyiapkan genteng hasil olahan Green Fine Aggregat (GFA), Selasa (27/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Hukum Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Heriyanto menyatakan, izin operasi PT Antam Tbk (persero) telah dihidupkan kembali melalui putusan kasasi Mahkamah Agung nomor 225.K/TUN/2014 pada 17 Juli 2014.

Oleh karenanya, Antam berhak melanjutkan operasinya atas pertambangan nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

"Intinya Antam dimenangkan dalam kasasi oleh MA dan dihidupkan kembali SK-nya dan diberikan sertifikat CnC (Clean and Clear) oleh ESDM," kata Heriyanto seperti dilansir Kontan.co.id, Jumat (6/4/2018).

Hal tersebut disampaikan Heriyanto menanggapi gugatan tiga perusahaan, yaitu PT Karya Murni Sejati, PT James dan Armando Pundimas, dan PT Hafar Indotech yang merupakan bagian dari 13 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara yang lahan eksplorasinya tumpang tindih dengan milik Antam.

Baca juga: Melonjak 110 Persen, Antam Raup Laba Bersih Rp 136 Miliar

Sementara 10 perusahaan lainnya adalah CV Ana Konawe, CV Malibu, CV Yulan Pratama, PT Andhikara Cipta Mulia, PT Avry Raya, PT Mughni Energi Bumi, PT Rizqi Cahaya Makmur, PT Sangia Perkasa Raya, PT Sriwijaya Raya, serta PT Wanagon Anoa Indonesia.

Heriyanto mengaku, ESDM telah menerima gugatan tersebut. Bahkan hingga saat ini telah ada dua kali persidangan yang dilaksanakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya benar, kami sudah dua kali sidang. Atas terbitnya sertifikat CnC pemegang SK IUP lain yang terbit menumpangi Antam merasa dirugikan," sebut Heriyanto.

Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan nomor perkara 69/G/2018/PTUN.JKT pada 28 Maret 2018.

Catatan saja, pada 20 Februari lalu, Ditjen Minerba menerbitkan sertifikat CnC Nomor 1465/Min/12/2018 yang diberikan kepada Antam dengan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Jenis Komoditas Mineral Logam Nikel berdasarkan Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Sulawesi Tenggara Nomor 158 Tahun 2010.

Dalam gugatannya, ketiga perusahaan ini menggugat ke PTUN agar sertifikat CnC Antam tersebut dinyatakan batal dan meminta Ditjen Minerba mencabutnya. (Anggar Septiadi)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul ESDM: Kasasi MA menangkan Antam eksplorasi tambang nikel Konawe Utara



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.