Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Bisa Investasi di Pembangunan Rusunawa

Kompas.com - 25/04/2018, 12:29 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto saat membuka Seminar Nasional Ketenagakerjaan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018). Dokumentasi Sekretariat Wakil PresidenWakil Presiden Jusuf Kalla bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto saat membuka Seminar Nasional Ketenagakerjaan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyinggung tentang minimnya perumahan atau tempat tinggal sementara untuk buruh di Indonesia. Ketersediaan perumahan untuk buruh tidak sebanding dengan maraknya lokasi-lokasi industri yang bermunculan semakin banyak.

Beranjak dari hal tersebut, Wapres memandang BPJS Ketenagakerjaan bisa menginvestasikan dana kelolaannya di sektor properti, salah satunya dalam pembangunan rumah susun sederhana sewa khusus buruh di kawasan industri.

"Begitu banyak industri di sini, tetapi perumahan buruhnya enggak ada. Kalau (investasi) di rusunawa ada hubungan dengan buruh, sehingga buruh mengetahui kalau bayar iuran bulanan, perusahaan memotong untuk BPJS, langsung ada gunanya," kata Kalla saat membuka Seminar Nasional Ketenagakerjaan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

Menurut Kalla, contoh investasi dalam pembangunan rusunawa sejalan dengan upaya meningkatkan sebaran investasi lembaga seperti BPJS Ketenagakerjaan yang punya kesamaan mendasar dengan lembaga asuransi.

Investasi yang dimaksud bersifat jangka panjang, namun di satu sisi dapat memberi manfaat langsung kepada buruh melalui kepastian tempat tinggal sementara.

"Daripada (buruh) bayar kos-kosan yang tidak sehat dan jauh, lebih baik disinkronkan kepada pengusaha, sehingga dua-duanya terjamin," tutur Kalla.

Wapres juga mengimbau agar BPJS Ketenagakerjaan tidak melulu investasi di instrumen deposito maupun surat utang, di mana keduanya memiliki risiko ketidakpastian yang tinggi. Risiko yang dimaksud adalah pengaruh dari inflasi maupun nilai tukar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau hanya surat utang, deposito, paling (return) hanya 6 persen. Bisa-bisa terjadi inflasi, masalah nilai tukar, akan mengalami masalah kemudian seperti yang dialami oleh asuransi-asuransi nasional kita," ujar Kalla.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Whats New
Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Whats New
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Whats New
Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Rilis
Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Whats New
 IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Spend Smart
Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Whats New
Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Earn Smart
Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Spend Smart
Hitung-hitungan PLN, Konversi LPG ke Kompor Induksi Bisa Bikin Negara Hemat Rp 27,3 Triliun

Hitung-hitungan PLN, Konversi LPG ke Kompor Induksi Bisa Bikin Negara Hemat Rp 27,3 Triliun

Whats New
Perseteruan Petinggi MPR Vs Sri Mulyani, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Perseteruan Petinggi MPR Vs Sri Mulyani, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Whats New
3 Tantangan Industri Telemedicine di Indonesia

3 Tantangan Industri Telemedicine di Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.