Riset LD FEB UI: Go-Jek Sumbang Rp 216 Miliar per Tahun untuk Medan - Kompas.com

Riset LD FEB UI: Go-Jek Sumbang Rp 216 Miliar per Tahun untuk Medan

Kompas.com - 26/04/2018, 08:08 WIB
Konferensi pers hasil riset Dampak Go-Jek terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (22/3/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Konferensi pers hasil riset Dampak Go-Jek terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

MEDAN, KOMPAS.com - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) melakukan riset untuk mengetahui dampak sosial ekonomi yang diperoleh masyarakat atas hadirnya Go-Jek di Indonesia.

Perusahaan ini menurut majalah bisnis dan keuangan Fortune pada 2017 adalah salah satu dari 50 perusahaan yang mengubah dunia.

Kepala LD FEB UI Turro S Wongkaren menjelaskan, Go-Jek Indonesia saat ini bermitra dengan lebih dari 900.000 pengemudi, 125.000 pengusaha mikro kecil dan menengah, dan puluhan ribu penyedia jasa individu (talent partners).

Hasil risetnya, kata Turro, untuk menyusun kebijakan berbasis data. Meningkatkan pengetahuan publik dan media mengenai dampak Go-Jek terhadap perekonomian dan menghasilkan naskah posisi berbasis penelitian yang dapat digunakan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri.

Baca juga : Survei: 80 Persen UMKM Mitra Go-Jek Alami Peningkatan Transaksi

Riset dilakukan mulai Oktober sampai Desember 2017 dengan melibatkan lebih dari 7.500 responden di sembilan wilayah Indonesia, salah satunya Kota Medan.

Metodenya kuantitatif dengan wawancara tatap muka menggunakan metode sampling pencuplikan acak murni (pure random sampling) atas mitra pengemudi roda dua (3.315 responden), mitra UMKM (806 responden), dan konsumen (3.465 responden) yang aktif dalam sebulan terakhir.

Menurut dia, riset mengenai perubahan-perubahan sosial ekonomi yang diakibatkan perkembangan teknologi penting dilaksanakan agar pengambilan kebijakan dan pendekatan program-program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

"Hasil riset kami terhadap mitra pengemudi roda dua di Medan mengungkapkan bahwa Go-Jek berkontribusi sebesar Rp 216 miliar per tahun untuk Medan dari penghasilan mereka," ucap Turro, Rabu (25/4/2018).

Mengurangi Pengangguran

Tak hanya itu, lanjut dia, Go-Jek juga mengurangi angka pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja, terutama mereka yang hanya mengenyam pendidikan SMA sederajat dan perguruan tinggi.

Rata-rata penghasilan mitra pengemudi roda dua Go-Jek lebih tinggi dari Upah Minimum Regional (UMR) Kota Medan.

"Mereka rata-rata berpenghasilan mencapai Rp 3,37 juta per bulan. Untuk mitra UMKM, layanan Go-Food mendukung mereka go online sehingga meningkatkan volume transaksinya," ungkap dia.

Baca juga : Cerita UKM tentang Efek Go-Food, dari 2 Pesanan Menjadi Ribuan

Para UMKM diperkirakan mendapat tambahan Rp 118 miliar per tahun yang masuk ke pendapatan ekonomi Kota Medan.

Sedangkan bagi konsumen, sebagian besar responden menyatakan kehadiran aplikasi ini meningkatkan kualitas hidup mereka. Responden menilai pelayanan yang diberikan baik, aman dan nyaman.

Turro lebih jauh menjelaskan, sebagai perusahaan teknologi terkemuka, Go-Jek merjadi bagian dari disruptive force di Indonesia.

Sebagaimana semua disruptive force, akan ada pergeseran di dalam konsumsi dan ketenagakerjaan pada masa awal, namun diperkirakan pergeseran-pergeseran tersebut tidak berlangsung lama sehingga manfaat netto akan terus meningkat.

"Secara nasional, Go-Jek berkontribusi hingga Rp 8,2 triliun per tahun. Kontribusi dari penghasilan Go-Food mencapai Rp 1,7 triliun per tahun," pungkasnya.

Kompas TV Suntikan dari konsorsium Alphabet, induk usaha Google mencapai Rp 16 triliun.


Close Ads X