Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia.
Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022 dan Wakil Ketua II Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Periode 2021 - 2023.
Asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSPPMI) untuk izin WMI dan WAPERD.
Penulis buku Reksa Dana dan Obligasi yang diterbitkan Gramedia Elexmedia.
Tulisan merupakan pendapat pribadi

Fluktuasi Rupiah dan Dampaknya Terhadap Kinerja Reksa Dana

Kompas.com - 27/04/2018, 08:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Berdasarkan data dari tahun 2002 hingga 2017 (15 tahun), tercapat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami penguatan sebanyak 5 kali dan USD mengalami penguatan sebanyak 10 kali.

Dalam 5 kali penguatan rupiah terhadap USD yaitu tahun  2003, 2006, 2009, 2010 dan 2016,  tercatat kinerja saham dan obligasi selalu positif. Dengan kata lain, mengacu ke data historis, ketika rupiah menguat, biasanya kinerja saham dan obligasi juga ikut naik sehingga bisa menjadi sentimen positif untuk investasi ke reksa dana.

Kemudian, dalam 10 kali penguatan USD terhadap Rp yaitu tahun  2003 - 2004, 2007 – 2008, 2011 – 2015,  dan 2017 tidak ada pola yang pasti terhadap kinerja IHSG dan Obligasi. Ada tahun-tahun dimana dollar AS menguat, baik IHSG dan obligasi sama-sama mengalami kinerja positif, tapi ada juga tahun-tahun keduanya mengalami kinerja negatif seperti tahun 2008 dan 2013.

Berdasarkan data historis, dapat disimpulkan bahwa ketika dollar AS menguat, pengaruhnya terhadap kinerja saham dan obligasi tidak memiliki pola tertentu. Dengan kata lain, menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah dari awal tahun sekitar 13.500 ke saat ini sekitar 13.900 “bukanlah” penyebab menurunnya kinerja saham dan obligasi.

Memang hingga per tanggal 25 April 2018, kinerja saham dan obligasi masih negatif, namun mengingat waktu menuju bulan Desember masih cukup panjang dan bisa saja mengalami perubahan.

Pelemahan harga saham dan obligasi saat ini lebih dipengaruhi karena pasar masih melakukan penyesuaian terhadap kebijakan suku bunga AS, dimana tadinya pasar memperkirakan bunga AS akan naik 3 kali, namun karena bisa menjadi 4 kali berdasarkan perkembangan data ekonomi terbaru.

Pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia terhadap kebijakan suku bunga juga sangat ditunggu-tunggu pelaku pasar untuk mengetahui arahan dari bank sentral menghadapi fluktuasi nilai tukar ke depan. Apakah akan menaikkan suku bunga atau melakukan upaya lainnya.

Karena sifatnya hanya berdasarkan even tertentu yang sifatnya sesaat, biasanya arah pasar dapat berubah dengan cepat. Entah itu berbalik arah menguat atau mengalami penurunan lebih lanjut.

Yang jelas, untuk tahun 2018, target inflasi pemerintah kelihatannya masih akan bisa tercapai dengan catatan tidak ada kenaikan yang signifikan pada tariff listrik dan bahan bakar minyak. Jika target inflasi dapat tercapai seharusnya akan positif terhadap kinerja obligasi.

Untuk kinerja perusahaan yang mencerminkan fundamental, sejauh ini baru sebagian yang mempublikasikan laporan keuangannya. Ada perusahaan yang membukukan kenaikan penjualan dan laba, ada pula yang stagnan atau mengalami penurunan. Namun sejauh ini belum ada yang turun signifikan atau rugi, sehingga semakin rendah harga saham turun, maka semakin murah juga valuasinya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+